Kelola 177 Ton Emas, Indonesia Perkuat Ekosistem Bullion lewat IBMAamp;nbsp;

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kelola 177 Ton Emas, Indonesia Perkuat Ekosistem Bullion lewat IBMA 

Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto (tengah) meresmikan berdirinya Indonesia Bulliion Market Association (IBMA). (Foto: dok Pegadaian)

JAKARTA - Satu tahun setelah peluncuran aktivitas upaya bullion (Layanan Bank Emas) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, keahlian bullion bank mendapat antusias positif dari masyarakat. 

Satu tahun pertama Bank Emas telah membangun fondasi dan menunjukkan besarnya potensi ekosistem bullion Indonesia. Saat ini bullion bank di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton emas, di antaranya 153 ton emas nan dikelola oleh Pegadaian, serta 24 ton emas nan dikelola oleh BSI.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2026. Presiden menilai Bank Emas Indonesia merupakan salah satu terobosan strategis nan bisa mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Cita-cita menjadikan industri bullion mendorong penguatan dan penetrasi ekosistem emas nasional di Indonesia semakin solid dengan komitmen dan support pelaku upaya dan industri membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

Selasa (18/8), IBMA resmi dibentuk untuk mendorong pengembangan pasar bullion nan kredibel, efisien, dan berkepanjangan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi serta penguatan ekosistem industri nasional. Kehadirannya diharapkan menjadi wadah kerjasama strategis bagi para pelaku industri dari hulu hingga hilir dalam memperkuat ekosistem pasar bulion nasional, serta bisa menjadi mitra strategis dalam pengembangan kebijakan, peningkatan standar industri, serta penguatan daya saing pasar bullion nasional di tingkat regional maupun global.

Dengan integrasi nan lebih cepat, proses hilirisasi emas bakal terjadi percepatan akselerasi produk berbasis emas bakal lebih beragam, dan Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya sebagai pusat pasar bullion di Asia Tenggara.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com