Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 31 Juli 2026 |13:36 WIB

Kelas Menengah RI Makan Tabungan, Simpanan Orang Kaya Makin Banyak (Foto: Okezone)
JAKARTA - Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mencatat rata-rata nominal tabungan masyarakat pada golongan simpanan di bawah Rp100 juta terus merosot dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memicu maraknya kejadian "makan tabungan" untuk memenuhi kebutuhan harian.
Berdasarkan info Perbanas, rata-rata saldo rekening pada segmen di bawah Rp100 juta tetap berada di nomor Rp3,1 juta per rekening pada 2018. Angka tersebut menyusut menjadi Rp1,8 juta per rekening pada 2024 dan kembali turun hingga menyentuh Rp1,7 juta per rekening per Mei 2026.
Chief Economist Perbanas Winang Budoyo mengatakan, meskipun akumulasi total biaya simpanan pada segmen tersebut secara umum tetap tumbuh, nilai tabungan per perseorangan memperlihatkan tren penurunan nan nyata.
"Artinya lebih banyak kebutuhan nan kudu dipenuhi dibandingkan keahlian mereka untuk mengakumulasi tabungan. Di situlah muncul kejadian nan kami sebut sebagai 'makan tabungan'," ujar Winang dalam Kelas Jurnalis Perbanas (KJP) di Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Kondisi bertolak belakang terjadi pada golongan pengguna bermodal besar dengan simpanan di atas Rp10 miliar. Nilai tabungan pada segmen ini terus menunjukkan kenaikan, terutama pada simpanan berdenominasi kurs asing (valas), khususnya dolar Amerika Serikat (AS).
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2026 mencatat jumlah rekening dolar AS melesat 185,5 persen secara year on year (YoY).
Sejalan dengan tren tersebut, total nominal simpanan valas bertumbuh dua digit hingga mencapai Rp1.741,46 triliun, alias naik 19,5 persen YoY.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·