Kekeringan di Pati: Volume Waduk Gembong Tersisa 30 Persen, Hanya Cukup untuk 2 Pekan

Sedang Trending 36 menit yang lalu
 Volume Waduk Gembong Tersisa 30 Persen, Hanya Cukup untuk 2 Pekan Waduk Gembong di Kabupaten Pati surut hingga 70 persen, mengakibatkan petani di 5 kecamatan cemas terjadi kandas panen.(MI/Akhmad Safuan)

Dampak tandus panjang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, semakin mengkhawatirkan. Setelah Bendung Karet Juwana dilaporkan kering kerontang, sekarang giliran volume air di Waduk Gembong, alias nan dikenal sebagai Waduk Seloromo, menyusut drastis hingga menakut-nakuti pasokan air untuk ribuan hektare sawah di sejumlah kecamatan.

Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (5/9), penyusutan volume air di waduk peninggalan era Belanda tersebut mulai mengganggu aktivitas pertanian. Para petani di wilayah terdampak sekarang dihantui kekhawatiran bakal potensi gagal panen.

"Pasokan air mulai berkurang untuk mengairi sawah lantaran Waduk Gembong menyusut drastis. Kami kudu melakukan penghematan agar tidak sampai kerontang hingga berakibat kandas panen," ujar Sukardi, seorang petani di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Sukamto, petani di Wedarijaksa. Ia menyebut bahwa tanaman padi nan baru ditanam rata-rata berumur dua hingga tiga pekan sangat berjuntai pada pasokan air waduk. "Kalau sampai betul-betul kering, ancaman kandas panen sudah di depan mata," imbuhnya.

Hanya Bertahan Dua Pekan

Operator Waduk Gembong Pati, Susanto, mengungkapkan bahwa volume air saat ini hanya tersisa sekitar 2,4 juta meter kubik. Angka ini menunjukkan penyusutan hingga 70 persen dibandingkan kondisi normal nan mencapai 9,5 juta meter kubik.

"Permintaan kebutuhan untuk pasokan air di sawah terus meningkat. Dengan jumlah tersisa 2,4 juta meter kubik ini, diperkirakan hanya bisa memenuhi kebutuhan hingga dua pekan ke depan jika hujan tidak kunjung turun," jelas Susanto.

Secara teknis, Waduk Gembong menyuplai air untuk puluhan desa nan tersebar di lima kecamatan, yakni:

  • Kecamatan Margorejo
  • Kecamatan Pati
  • Kecamatan Tlogowungu
  • Kecamatan Wedarijaksa
  • Kecamatan Gembong

Susanto menambahkan, terakhir kali waduk menggelontorkan air sebesar 1.200 liter per detik dari kapabilitas teknis penyaluran maksimal 182,25 meter kubik per detik.

Penyusutan Terparah dalam 6 Tahun

Kondisi kekeringan tahun ini disebut sebagai nan terparah dalam enam tahun terakhir. Susanto mencatat bahwa situasi saat ini nyaris serupa dengan tandus ekstrem nan terjadi pada tahun 2019 silam.

Selain ancaman bagi pertanian, pengelola juga mewaspadai kerusakan struktur gedung waduk. Jika air betul-betul habis, dikhawatirkan bakal muncul retakan pada bangunan waduk. Oleh lantaran itu, diperlukan persediaan air minimal 500 ribu meter kubik untuk pembasahan guna menjaga keamanan bangunan.

Catatan Teknis: Volume air Waduk Gembong saat ini berada di nomor 2,4 juta meter kubik (30% dari kapabilitas normal), menyusut dari volume sebelumnya sebesar 9,5 juta meter kubik.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia