Kekeringan di Jawa Tengah Meluas ke 25 Daerah

Sedang Trending 12 jam yang lalu
Kekeringan di Jawa Tengah Meluas ke 25 Daerah Penyaluran support air bersih di Kabupaten Pemalang.(MI/Akhmad Safuan)

Kekeringan nan melanda wilayah Jawa Tengah semakin meluas hingga mencakup 25 wilayah kabupaten/kota. Berdasarkan info hingga akhir Juli, sebanyak 6,8 juta liter air bersih telah disalurkan untuk membantu 61.139 family alias sekitar 184.643 jiwa nan terdampak tandus panjang sejak Juni lalu.

Pemantauan pada Selasa (28/7) menunjukkan bahwa ketiadaan hujan dalam waktu lama mengakibatkan sumur dan sumber mata air penduduk mengering. Kondisi ini memaksa puluhan ribu penduduk di ratusan desa hanya mengandalkan support air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Di Kabupaten Grobogan, penduduk terpaksa mencari sumber air hingga ke desa lain nan berjarak beberapa kilometer. Lasmini (48), penduduk Toroh, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa menyaring air dari sumur dangkal di tepian sawah nan keruh demi memenuhi kebutuhan makan dan minum.

Kondisi serupa terjadi di Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Sunarti, penduduk setempat, menyebut bahwa hujan tidak turun selama nyaris dua bulan. "Air di sumur tepi rimba menyusut, sedangkan nan mengambil cukup banyak. Untuk mendapat satu ember air saja kudu menunggu seharian," tuturnya.

Sementara itu, di Kelurahan Rowosari dan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, penduduk mulai kesulitan mendapatkan air untuk memasak. Meski air untuk mandi dan cuci tetap tersedia terbatas, untuk konsumsi penduduk kudu membeli dari pedagang keliling alias iuran untuk memesan air tangki.

Respons BPBD Daerah

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengonfirmasi bahwa ancaman kekeringan di wilayahnya terus meningkat. Saat ini tercatat 34 desa di 8 kecamatan terdampak, meliputi Grobogan, Toroh, Wirosari, Kedungjati, Purwodadi, Geyer, Tawangharjo, dan Kradenan.

"Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, kami telah menyiapkan 120 tangki air nan mulai didistribusikan sejak awal Juli lalu," jelas Wahyu.

Di Kabupaten Semarang, Kepala Pelaksana BPBD Alexander Gunawan Tribiantoro menyatakan pihaknya telah mendistribusikan 16 tangki air bersih alias setara 80.000 liter. Ia mengakui permintaan support terus meningkat seiring bertambahnya desa nan mengalami kekeringan.

Data Provinsi dan Status Siaga

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, memaparkan peningkatan signifikan wilayah terdampak. Jika pada pertengahan Juli tercatat 19 daerah, sekarang jumlahnya melonjak menjadi 148 desa di 83 kecamatan nan tersebar di 25 kabupaten/kota.

Total Penyaluran Air Bersih Jawa Tengah:

  • Total: 6,8 juta liter
  • Sumber APBD Jateng: 4,85 juta liter
  • Sumber Instansi Terkait & CSR: 1,95 juta liter
  • Penerima: 61.139 KK (184.643 jiwa)

Bergas menambahkan bahwa saat ini 11 wilayah di Jawa Tengah telah menetapkan status siaga musibah kekeringan. Langkah terpadu dan koordinasi antarwilayah terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia