Kasus kekerasan anak di lingkungan daycare kembali menjadi perhatian serius. Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, DR. dr. Fitri Hartanto, Sp.A, Subsp TKPS (K), kejadian ini sebenarnya bukan perihal baru dan telah terjadi sejak lama, apalagi kemungkinan banyak nan tidak terlaporkan.
Ia menyinggung kasus nan sempat mencuat pada 2014 di Jakarta Pusat, dan bersambung hingga beberapa tahun terakhir. Berbagai kejadian kekerasan terhadap anak dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah seperti Depok, Riau, Jakarta Timur, Surabaya pada 2025, hingga nan terbaru di Yogyakarta dan Banda Aceh.
“Saya percaya 2014-2024 pasti juga ada, tapi tidak terlaporkan,” kata dr. Fitri dalam webinar berbareng IDAI, Rabu (29/4).
Data Mengkhawatirkan Daycare di Indonesia
Menurut info Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2020, kondisi daycare di Indonesia tetap jauh dari kata ideal. Data tersebut menunjukkan sejumlah kebenaran nan memprihatinkan mengenai kualitas dan standar pengasuhan anak.
Sebanyak 66,7 persen tenaga pengasuh di daycare diketahui tidak mempunyai sertifikat profesi. Artinya, jumlah pengasuh nan betul-betul tersertifikasi apalagi kurang dari separuh.
“Dan 44 persen dari tempat penitipan anak itu tidak mempunyai legalitas nan jelas. Dan 25,3 persen tidak mempunyai standar operasional prosedur. Apa nan kudu dilakukan pada saat mereka menerima didikan nan mestinya dilakukan dengan baik. Dan 29,3 persen tidak mempunyai visi dan misi nan jelas,” tuturnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tetap banyak daycare nan belum memenuhi standar dasar dalam memberikan lingkungan nan kondusif dan layak bagi anak.
Pentingnya Perlindungan Anak Sejak Dini
Menurut dr. Fitri, masa awal kehidupan anak merupakan periode krusial nan sangat menentukan masa depan mereka. Anak nan mengalami masalah, termasuk kekerasan, di usia awal berisiko membawa akibat jangka panjang terhadap tumbuh kembangnya.
“Anak ini tidak boleh mempunyai masalah di saat usia-usia awalnya, lantaran bakal mempengaruhi masa depannya,” imbuh dr. Fitri
Oleh lantaran itu, upaya pencegahan menjadi langkah nan sangat penting. IDAI sendiri telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Anak sebagai corak komitmen dalam mendorong lingkungan nan kondusif bagi anak-anak.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·