Kejati Lampung tingkatkan faedah MBG bagi masyarakat.
, BANDARLAMPUNG, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mendorong lahirnya penemuan untuk meningkatkan faedah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat. Selain mengawasi program prioritas presiden, Kejati juga memastikan adanya terobosan agar makanan nan tidak dikonsumsi siswa tidak terbuang sia-sia.
Kepala Kejati Lampung, Danang Suryo Wibowo, mengatakan pihaknya tengah mengawal penemuan pemanfaatan makanan nan tetap utuh dan layak konsumsi namun tidak dimakan oleh siswa. "Makanan tersebut direncanakan bakal disalurkan kepada masyarakat nan memerlukan melalui yayasan sosial maupun pengurus masjid di sekitar sekolah sehingga tidak terbuang sia-sia," katanya dalam keterangan nan diterima di Bandarlampung, Rabu.
Pengawasan Rantai Pasok Lokal
Kejati Lampung juga bakal mengawasi pemenuhan kebutuhan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fokus pengawasan diarahkan agar pasokan berasal dari pelaku upaya di sekitar wilayah setempat, seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Koperasi Merah Putih, maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Upaya tersebut diharapkan bisa memberikan akibat ganda, ialah meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal melalui penguatan rantai pasok daerah," ujar Danang.
Kajati Lampung menegaskan bahwa pengawasan nan dilakukan merupakan corak komitmen Kejaksaan dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan melangkah secara akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan faedah nan luas bagi masyarakat.
"Sinergi antara pemerintah wilayah dan abdi negara penegak hukum, Program MBG diharapkan tidak hanya melahirkan generasi nan sehat dan berkualitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Provinsi Lampung," kata dia.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·