Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 13 Februari 2026 |08:02 WIB

Rumah (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) alias SMF memastikan sasaran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 tercapai.
Perseroan mengaku kudu menarik pendanaan eksternal melalui publikasi surat utang demi menutupi kekurangan pendanaan untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menjelaskan bahwa langkah ini diambil lantaran kebutuhan biaya di lapangan melampaui kapabilitas modal nan tersedia, meskipun pemerintah telah memberikan support besar.
"Jadi kami kudu mengeluarkan surat utang lagi, nombokin, agar sasaran daripada 350.000 unit rumah itu tercapai," ujar Ananta dalam Media Briefing di Surakarta dikutip, Jumat (13/2/2026).
Pada tahun 2025, pemerintah mematok sasaran ambisius pembiayaan sebanyak 350.000 unit rumah. Namun, hingga saat ini, realisasi baru menyentuh nomor sekitar 290.000 unit alias kisaran 80 persen dari target.
Untuk mengejar sisa kuota tersebut, SMF telah menyalurkan biaya antara Rp8 triliun hingga Rp9 triliun sepanjang tahun 2025. Jumlah ini tercatat lebih besar dibandingkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6,8 triliun nan diterima perseroan pada tahun nan sama, sehingga publikasi surat utang menjadi solusi untuk menambal selisih biaya tersebut.
Dalam arsitektur program 3 juta rumah nan dicanangkan pemerintah, SMF memegang peran krusial sebagai penyedia 25 persen dari total pembiayaan FLPP secara nasional. Sementara itu, sisa 75 persen pendanaan disokong oleh pemerintah melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).
Sejak memulai kontribusinya pada tahun 2018 hingga saat ini, SMF tercatat telah menyalurkan total akumulasi biaya sekitar Rp34 triliun. Dana tersebut telah membantu akses kepemilikan kediaman bagi kurang lebih 904.000 unit rumah di seluruh Indonesia.
(Taufik Fajar)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·