Keir Starmer Umumkan Inggris Pasok Uranium ke Ukraina dan Sanksi Baru untuk Rusia

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Keir Starmer Umumkan Inggris Pasok Uranium ke Ukraina dan Sanksi Baru untuk Rusia Jelang KTT G7, PM Inggris Keir Starmer umumkan pasokan uranium untuk pembangkit nuklir Ukraina guna mencekik pendapatan perang Vladimir Putin.(AFP)

PEMERINTAH Inggris mengumumkan bakal memasok uranium nan diperkaya ke Ukraina untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga nuklir mereka. Selain itu, Inggris juga menjatuhkan hukuman baru terhadap Rusia menjelang sesi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pada hari Selasa.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengecam keras serangan berkali-kali nan diluncurkan Rusia ke Ukraina. Kantor Perdana Menteri mengutip pernyataan Starmer nan menegaskan Inggris sekarang mengambil langkah lebih maju.

"Mencekik pendapatan nan memicu perang Putin dan menyalakan daya Ukraina melewati musim dingin ke depan," ujar Starmer merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dijadwalkan menghadiri langsung KTT nan mempertemukan tujuh kekuatan ekonomi utama bumi tersebut di kota wisata Evian-les-Bains, Prancis. Kehadiran Zelensky terjadi setelah gelombang serangan rudal Rusia pada Senin pagi menewaskan sedikitnya 11 orang di seluruh Ukraina dan memicu kebakaran di salah satu biara Ortodoks paling krusial di ibu kota. Melalui pertemuan ini, para sekutu berambisi dapat mengubah peta kekuatan demi untung Kyiv setelah lebih dari empat tahun didera perang.

Kantor PM Starmer menyatakan kesepakatan daya ini bakal bisa "menyalakan daya Ukraina selama dua tahun ke depan." Melalui akomodasi pembiayaan ekspor senilai 210 juta poundsterling (sekitar US$282 juta), perusahaan Urenco nan berbasis di Inggris bakal memasok uranium nan diperkaya kepada produsen tenaga nuklir Ukraina, Energoatom.

Pengumuman ini keluar di tengah tekanan domestik nan tengah dihadapi Starmer, menyusul mundurnya Menteri Pertahanan Inggris pada pekan lampau akibat perselisihan mengenai anggaran militer. Di hadapan para pemimpin bumi pada sesi KTT tersebut, Starmer mendesak langkah kolektif nan lebih tegas.

"G7 secara kolektif kudu melangkah lebih jauh untuk memastikan Ukraina mendapatkan perdamaian nan setara dan kekal nan layak mereka dapatkan," tegas Starmer.

"Kami bakal berdiri berbareng Ukraina selama apa pun waktu nan dibutuhkan dan pengumuman ini memperkuat perihal tersebut."

Terkait hukuman baru nan dijatuhkan, instansi Starmer menjelaskan bahwa langkah tersebut dirancang untuk "mencekik upaya perang Rusia di beragam lini." Sanksi kali ini secara unik menyasar armada gambaran terlarangan milik Rusia serta jaringan finansial nan selama ini digunakan oleh Kremlin untuk menyiasati sanksi-sanksi internasional sebelumnya. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia