Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dinilai kehilangan support politik dan didesak mundur dari ketua Partai Buruh di tengah meningkatnya tekanan dari dalam partainya sendiri.
Anggota Majelis Tinggi Parlemen Inggris dari Partai Konservatif, Richard Balfe, mengatakan Starmer kehabisan "teman".
"Starmer telah kehabisan teman. Dia cukup baik dalam urusan luar negeri, tetapi sama sekali tidak bisa menangani isu-isu dalam negeri," kata Balfe kepada instansi buletin RIA Novosti, Senin (22/6).
Balfe menambahkan, latar belakang Starmer sebagai pengacara kewenangan asasi manusia tidak banyak membantu dalam kebijakan domestik.
Menurutnya, banyak kebijakan dalam negeri di bawah Starmer tidak melangkah baik.
Pernyataan itu muncul di hari nan sama Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri sekaligus pemimpin Partai Buruh.
Dilansir Reuters, dia mengatakan proses pemilihan pemimpin baru bakal dimulai 9 Juli dan selesai sebelum parlemen kembali bersidang pada September.
Starmer tetap bakal menjabat sampai penggantinya terpilih.
Tekanan terhadapnya sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir.
Sekitar 100 personil parlemen Partai Buruh sebelumnya meminta Starmer mundur setelah hasil jelek pemilu lokal.
Tekanan itu makin besar setelah kemenangan politikus senior Andy Burnham dalam pemilu sela nan memicu spekulasi pergantian ketua partai.
Jika terpilih, Burnham otomatis bakal menjadi perdana menteri lantaran Partai Buruh tetap menguasai kebanyakan besar di parlemen.
Burnham sendiri memberi sinyal perubahan diperlukan di tubuh partai.
Dalam pidato kemenangannya, dia menyebut Partai Buruh mempunyai "kesempatan terakhir untuk berubah".
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·