Meski akibat negatif gadget sudah sering dibicarakan, banyak orang tua nan tetap kebingungan untuk mengatasi kecanduan anak terhadap perangkat ini. Apalagi di tengah tren video pendek dan game online seperti sekarang, anak-anak semakin susah lepas dari intermezo digital nan instan.
Padahal, penelitian menunjukkan, terlalu lama menatap layar gadget bisa menyebabkan perubahan keahlian otak anak, terutama nan berasosiasi dengan ingatan, pendengaran, dan bahasa. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin tumbuh kembang anak bakal terhambat.
Achmad Irfandi menyadari perihal itu. Ia pun tidak tinggal diam, lampau berinisiatif menggagas Desa Sejahtera Astra (DSA) Lali Gadget di Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam Bahasa Jawa, lali diartikan sebagai lupa. Sama seperti namanya, Irfandi membujuk anak-anak setempat untuk melepaskan diri dari gadget dengan mengenal permainan tradisional. Gobak sodor, egrang, dan loncat tali menjadi tiga permainan nan paling diminati.
Tak hanya itu, ada pula program-program nan dapat mengasah soft skill anak. Mulai dari bercocok tanam, memanen hasil tani, hingga memasak makanan sehari-hari.
Kegiatan-kegiatan nan ada di DSA Lali Gadget pun tak hanya diperuntukan untuk masyarakat setempat, tetapi dapat diikuti oleh siapapun nan berjamu ke Pagerngumbuk.
Menariknya lagi, letak DSA Lali Gadget berada di area hijau lebat –membuatnya jadi ruang bermain nan tepat untuk memperkenalkan anak pada alam sekitar.
Ribuan Anak Ikut Kegiatan DSA Lali Gadget
Atas dedikasinya, Irfandi dinobatkan sebagai Penerima Apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 Bidang Pendidikan. DSA Lali Gadget pun berkembang menjadi proyek multi-pilar nan mencakup 4 aspek utama: pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Adapun program unggulan pada masing-masing pilar tersebut yaitu:
1. Pilar Pendidikan: Kegiatan Bermain Mingguan dan Pelayanan Bermain untuk Sekolah
2. Pilar Kesehatan: Cek Kesehatan Gratis dan Senam Sehat Mingguan
3. Pilar Lingkungan: Bis Beton Tempat Sampah, Pemilahan Sampah, dan Kerja Bakti
4. Pilar Kewirausahaan: Pelayanan Kunjungan Outdoor Learning dan Produksi UMKM Lokal
Sejak berasosiasi dalam Desa Sejahtera Astra, sudah lebih dari 9.300 anak nan mengikuti program eduwisata di DSA Lali Gadget. Irfandi juga telah membujuk peserta membikin 48 unit bis beton untuk pengelolaan sampah, melakukan riset dan edukasi lingkungan, serta menjalin kemitraan aktif dengan Komunitas Citra Sehat, Kampung Dongeng Surabaya, dan komunitas-komunitas lain nan mempunyai visi nan sama: mengurangi kecanduan anak pada gadget.
Perjuangan Irfandi dalam membangun negeri tidak boleh sampai di sini. Masih banyak desa-desa lain nan berpotensi untuk menjadi Desa Sejahtera Astra selanjutnya.
Jika Anda mempunyai program inovatif serupa, SATU Indonesia Awards kembali membuka kesempatan besar. Pendaftaran aktivitas ini sudah dibuka sejak 1 April 2025 dan bakal ditutup pada 1 Agustus 2026 mendatang.
SATU Indonesia Awards menghargai kontribusi generasi muda di sejumlah bagian nan menjadi konsentrasi pembangunan sosial-ekonomi, ialah Kesehatan, Pendidikan, Seni & Budaya, Lingkungan, Kewirausahaan & UMKM, serta Teknologi.
Kelima kategori mencerminkan beragam langkah generasi muda bisa memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat.
Jadi, yuk, daftarkan diri Anda alias orang nan Anda kenal dengan klik di sini alias IG @satu_indonesia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·