Kecelakaan Kereta di Bekasi: Sopir Taksi-Penjaga Palang Pintu Masih Diperiksa

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai berbenturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Polisi terus mendalami kasus kecelakaan nan melibatkan KRL arah Jakarta dengan taksi di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan ini berujung pada tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang.

Saat ini, interogator tetap memeriksa sejumlah saksi kunci, mulai dari pengemudi taksi hingga petugas penjaga palang pintu kereta untuk mencari titik terang penyebab kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa proses pemeriksaan dilakukan di dua letak berbeda.

"Sudah datang dan dalam proses pemeriksaan," ujar Budi Hermanto dalam keterangannya pada Senin (4/5)

Di Polda Metro Jaya, polisi konsentrasi memeriksa saksi dari Dinas Bina Marga Kota Bekasi, Dinas Pekerjaan Umum Kota Bekasi, Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, hingga perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan saat rilis kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap anak dibawah umur di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Foto: Darryl Ramadhan/Antara Foto

Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi-saksi nan berada di letak kejadian dilakukan di Polres Metro Bekasi Kota. Budi menyebut bahwa pengemudi taksi dan saksi palang pintu sudah datang dan sekarang tengah memberikan keterangan kepada penyidik.

Meski kebanyakan saksi memenuhi panggilan, Budi menjelaskan bahwa ada beberapa agenda nan kudu ditunda.

Saksi dari perusahaan taksi Vinfast baru bakal diperiksa pada Selasa (5/5). Sedangkan pemeriksaan untuk Petugas Pengawas Selatan dan Kepala Sintel ditunda hingga Jumat (8/5) mendatang.

Selain menggali keterangan, polisi juga melibatkan tim Laboratorium Forensik untuk memperkuat bukti-bukti materiil. Budi menambahkan bahwa saat ini pihaknya berbareng Labfor tengah melaksanakan aktivitas pengarsipan terhadap objek-objek nan berangkaian dengan perkara tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan