Kecam Kerusuhan Suporter di Laga Persijap Jepara vs Persis Solo, PSSI: Seolah Lupa Perihnya Tragedi Kanjuruhan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 Seolah Lupa Perihnya Tragedi Kanjuruhan

Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga. (Foto: PSSI)

JAKARTA – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) melalui Anggota Komite Eksekutif (Exco), Arya Sinulingga, melontarkan kritik pedas menyusul bentrok antarsuporter nan melibatkan pendukung Persijap Jepara dan Persis Solo di laga lanjutan Super League 2025-2026. Arya mengaku sangat miris lantaran kejadian kekerasan ini menunjukkan seolah-olah sebagian golongan suporter telah melupakan luka mendalam akibat Tragedi Kanjuruhan nan pernah melumpuhkan sepak bola nasional.

Wajah sepak bola Indonesia kembali kusam setelah adanya kejadian pascalaga Persijap Jepara versus Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah pada Kamis 5 Maret 2026 lalu. Laga berhujung seri tanpa gol, tetapi suporter kedua tim terlibat kerusuhan di luar stadion.

Arya menilai kejadian ini sangat memprihatinkan. Pria berkacamata itu mengatakan, para suporter seperti sudah lupa dengan tragedi Kanjuruhan nan meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola Indonesia.

"Ini suporternya lupa sama (Tragedi) Kanjuruhan dan lain-lain. Jadi, mereka lupa sepertinya, itu nan membikin kami sedih juga," kata Arya kepada wartawan, termasuk iNews Media Group di Jakarta, dikutip pada Sabtu (7/3/2026).

1. Pelanggaran Aturan Tandang

Lebih mirisnya lagi, kejadian kericuhan itu terjadi ketika larangan suporter tandang untuk datang tetap diberlakukan. Arya mengaku sempat optimistis dengan beberapa pertandingan sebelumnya ada suporter tandang dan tidak terjadi kericuhan. Namun, kejadian di Jepara membikin keyakinannya memudar.

Persijap Jepara Persijap Jepara

"Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh away (tandang), tapi tetap saja dilanggar. Kemarin juga ada itu satu pertandingan away, itu bagus antarsuporter, terus saya ditanya, 'Ini bagus, mari dong buka away-nya'. Ternyata, itu hanya satu, ini hanya satu. Ini tidak hanya satu. Ini menyangkut nyawa gitu," papar Arya.

"Kita berambisi teman-teman suporter bisa ingat janji kita ketika masuk stadion itu bajunya putih, keluar juga bajunya putih, jangan ada warna lain nan membikin kita celaka. Buat apa kita kudu ada korban-korban lagi, emosi nan ada di situ terus, buat apa. Itu jadi pertanyaan kita juga. Maka dari itu, sampai sekarang kami tetap membikin larangan away," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com