Jakarta, CNBC Indonesia - Jakarta kembali mencatatkan sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia pada Semester I Tahun 2026. Berdasarkan info Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta mencatat realisasi investasi sebesar Rp173,6 triliun alias 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional.
Jumlah ini berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp106,5 triliun serta Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp67,1 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan penanammodal terhadap suasana investasi di Jakarta, sekaligus menunjukkan bahwa Jakarta tetap menjadi tujuan utama investasi di Indonesia.
"Kepercayaan penanammodal nan terus meningkat merupakan hasil dari sinergi beragam pihak dalam menciptakan suasana upaya nan kondusif, didukung arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono nan menempatkan kemudahan investasi dan pelayanan publik sebagai prioritas pembangunan," ujar dia dalam keterangan tertulisnya.
Heru menyampaikan, keberhasilan Jakarta mempertahankan posisi teratas investasi nasional tidak terlepas dari beragam penemuan jasa nan terus dikembangkan oleh Dinas PMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
Berbagai upaya tersebut meliputi optimasi Mal Pelayanan Publik (MPP), percepatan digitalisasi jasa perizinan dan nonperizinan, pelayanan jemput bola kepada pelaku usaha, hingga penguatan pendampingan investasi secara terintegrasi.
Peresmian Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Peresmian Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Senin (22/6/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Selain itu, Dinas PMPTSP Provinsi DKI Jakarta juga terus memperkuat strategi promosi investasi berbasis info melalui penyusunan peta potensi investasi dan pengembangan proyek-proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) nan siap ditawarkan kepada investor.
"Kami memastikan bahwa kesempatan investasi nan ditawarkan mempunyai kesiapan nan matang dari sisi teknis, finansial, maupun pasar. Dengan demikian, penanammodal dapat memperoleh kepastian nan lebih baik dalam mengambil keputusan investasi di Jakarta," jelasnya.
Ia memaparkan, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) kumulatif terbesar tetap berada di wilayah Jakarta Selatan dengan nilai investasi sebesar Rp62,7 triliun.
Diikuti Jakarta Pusat sebesar Rp49,9 triliun, Jakarta Utara sebesar Rp23,1 triliun, Jakarta Barat sebesar Rp20,6 triliun, dan Jakarta Timur sebesar Rp17,1 triliun. Sementara itu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu membukukan realisasi investasi sebesar Rp289 miliar.
"Tingginya capaian investasi di Jakarta didukung oleh beragam keunggulan, mulai dari prasarana nan terintegrasi, pasar nan besar, sumber daya manusia nan kompetitif, hingga ekosistem upaya nan semakin matang," tandasnya.
(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·