Asap pekat dan hujan abu menjadi situasi terkini kasus kebakaran TPA Putri Cempo nan sudah melebar luas ketiga blok.(MI/Widjajadi)
KEBAKARAN dahsyat nan melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah, dilaporkan kian meluas. Hingga Kamis siang (3/9/2026), kobaran api nan semula muncul di Blok D sekarang merembet hingga mencakup tiga blok lahan pembuangan sampah.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Noer Ali Wardaya, menegaskan perlu langkah antisipasi lebih lanjut jika api susah dijinakkan. Ia menyarankan agar Pemerintah Kota Solo segera meminta perbantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemangku kepentingan lain apabila dalam sepekan ke depan api belum bisa dikendalikan.
"Tadi ada gambaran perlu waktu seminggu untuk tuntas pemadaman. Saya memandang banyak sumber daya sudah dikerahkan. Semoga pengendalian berjalan baik dan api sigap padam," ujar Noer Ali saat memantau letak berbareng Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, Kamis (3/9/2026).
Sekda Solo, Budi Murtono, nan juga menjabat sebagai Ketua Pengendalian Operasional Pemadaman TPA, mengakui tantangan besar dalam memadamkan api di gunungan sampah. Berdasarkan rekam jejak kasus serupa dan luasnya cakupan api saat ini, dia memperkirakan proses pemadaman total bisa menyantap waktu hingga satu minggu.
Dampak El Nino dan Kewaspadaan Nasional
Noer Ali Wardaya menjelaskan bahwa musim tandus panjang nan diperparah oleh pengaruh El Nino tahun ini menjadi aspek utama meningkatnya akibat kebakaran di beragam TPA di Indonesia. Suhu panas ekstrem memicu gas metan di dalam tumpukan sampah lebih mudah terbakar.
"Kementerian LH sudah menyurati kepala wilayah di seluruh Indonesia agar mewaspadai kondisi panas ini guna mengurangi akibat kebakaran dan memastikan pengendalian terbaik," tambahnya.
Ia juga menekankan tanggungjawab seluruh kepala wilayah untuk memantau situasi TPA di wilayah masing-masing selama puncak musim kemarau. Setiap kejadian kebakaran wajib dilaporkan segera kepada kementerian terkait, komplit dengan hasil asesmen nan dilakukan di lapangan.
Metode Suntik Air
Dalam upaya meminimalkan akibat asap nan menyesakkan penduduk sekitar, tim campuran terus bekerja ekstra di lapangan. Sekda Budi Murtono menjelaskan bahwa salah satu teknik nan digunakan adalah dengan menyuntikkan air langsung ke dalam gunungan sampah.
"Tim pengendalian bakal terus melakukan beragam upaya pemadaman, termasuk menyuntikkan air ke dalam gunungan untuk meminimalkan bara nan tersembunyi di dalam tumpukan sampah," jelas Budi.
Langkah ini diambil untuk memastikan api betul-betul padam hingga ke lapisan dalam, sehingga tidak memicu munculnya titik api baru (re-ignition) nan sering terjadi pada kebakaran lahan sampah. Pihak kementerian memberikan apresiasi atas kerja keras tim campuran nan berupaya mencegah kerusakan lingkungan lebih luas serta meminimalkan kerugian bagi masyarakat di sekitar TPA Putri Cempo. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·