Kebakaran Lahan di Semeru Capai 598 Hektare, BPBD Ungkap Kendala Pemadaman

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Jawa Timur menyisakan satu titik di area Gunung Semeru. Kebakaran di area Gunung Semeru telah menghanguskan 598 Hektare (Ha) lahan dan vegetasi alami.

"Perkembangan hingga siang ini, nan tetap terjadi karhutla di Semeru. (Yang) di Ponorogo, kemudian Gunung Arjuno-Welirang, dan Gunung Wilis sudah padam," kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, dilansir detikJatim, Rabu (2/9/2026).

Gatot membeberkan berasas aplikasi Sipong, saat ini ada 91 titik spot panas nan ada di Jawa Timur. Namun, titik-titik itu belum tentu terjadi Karhutla.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan aplikasi Sipong, satelit nan memantau titik panas di Jawa Timur hari ini ada 91. Tetapi titik panas itu belum tentu kebakaran lahan, bisa saja dari pabrik, panasnya pembakaran lahan lenyap panen. Pengolahan sampah itu (juga) jadi sumber panas," katanya.

Gatot menyebut karhutla Semeru sangat susah dipadamkan melalui jalur darat. Sebab, jalur menuju titik api curam dan tidak bisa diakses tanpa helikopter.

"Semeru itu jauh dari jalan titiknya, ini titiknya di tebingnya sangat curam. Alhamdulillah hari ini kita sudah meminta ke BNPB untuk helikopter nan sebelumnya standby di Jatim dan sempat geser ke Lampung untuk pemadaman Sumatera. Sehingga besok pagi bisa di-standby kan di Bandara Abd Saleh dan melakukan water bombing di Semeru," bebernya.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/whn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑