Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau masih Dirasakan Warga di Kota Tasikmalaya

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau tetap Dirasakan Warga di Kota Tasikmalaya Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Uus Supangat(MI/Kristiadi)

WARGA meminta Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya turun tangan bergerak membagikan masker guna mengantisipasi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut lantaran abu vulkanik membikin para pengendara motor mengeluhkan perih pada mata mereka.

Maman, 66, penduduk Kampung Perum Cisalak mengatakan, sebaran abu vulkanik gunung di Selat Sunda itu membikin kedua bola matanya merah dan terasa perih setelah mengendarai motor. Kejadian itu awalnya tidak terasa. Namun, semakin lama berkendara perih mata pun semakin terasa hingga dia berupaya menepi ke pinggir jalan.

"Kami minta agar Dinas Kesehatan turun tangan membagikan masker secara cuma-cuma kepada warga, lantaran banyak pengendara motor mengalami perih mata. Pembagian masker cuma-cuma semestinya dilakukan Dinas Kesehatan, karena sebaran abu vulkanik nan sedang terjadi. Sangat ironis mereka tidak bisa turun tangan memandang kondisi ini," ujar, Maman, Rabu (9/9).

Staf Ahli bagian Kemasyarakatan Uus Supangat mengatakan, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengandung komponen silika alias serpihan kaca hingga gas nan bisa berakibat kepada pernapasan. Komponen tersebut juga mempunyai unsur kimia, sulfur, dan kristal mineral nan berbeda dengan debu rumah tangga lantaran unsur aktif tidak larut dalam air.

"Tindakan pencegahan kudu dilakukan dan jika tidak dilakukan mengakibatkan akibat terhadap kesehatan. Akan tetapi, di Kota Tasikmalaya sebaran abu sudah masuk dan banyak pengendara motor mengeluhkan perih mata tapi antisipasi pencegahan jangan sampai menunggu mereka terdampak," katanya.

Menurut Uus, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memang sudah dirasakan penduduk terutama pengendara motor nan melakukan aktivitas di luar rumah dan mereka terasa perih mata. Ia pun mengimbau agar masyarakat menyiapkan sebagai pelindung seperti masker, topi, jaket, dan kaca mata guna menghindari paparan langsung.

"Partikel lembut berpotensi menyebabkan iritasi mata dan golongan paling rentan penderita asma, penyakit paru, anak-anak, lansia. Akan tetapi, sebaran abu vulkanik nan melanda Kota Tasikmalaya memang tidak parah tapi pentingnya langkah untuk antisipasi sejak awal dan paling efektif saat ini memakai masker ketika keluar rumah," pungkasnya. (AD/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia