Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Dark Energy dan Dark Matter Saling Berinteraksi

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Dark Energy dan Dark Matter Saling Berinteraksi Ilustrasi(magnifik)

ALAM semesta tetap menyimpan banyak misteri nan belum sepenuhnya dipahami manusia. Salah satunya berangkaian dengan dark energy dan dark matter, dua komponen misterius nan diperkirakan membentuk sekitar 95 persen isi kosmos. Kini, teori terbaru membuka kemungkinan bahwa keduanya tidak betul-betul berdiri sendiri, melainkan dapat saling berinteraksi.

Menurut laporan Telset nan terbit pada 7 September 2026, pendapat tersebut muncul setelah pengamatan astronomi terbaru menunjukkan bahwa dark energy kemungkinan mengalami perubahan seiring waktu. Kondisi ini mendorong intelektual kembali mempertanyakan hubungan antara dua komponen gelap tersebut.

Dark Energy Ternyata Bisa Berubah

Selama ini, dark energy dan dark matter umumnya diperlakukan sebagai entitas nan terpisah. Dark energy diperkirakan mencakup sekitar 70 persen, sedangkan dark matter sekitar 25 persen dari isi alam semesta.

Keduanya susah diamati secara langsung lantaran tidak memancarkan, memantulkan, maupun menyerap cahaya. Namun, keberadaannya dapat dipelajari melalui pengaruh terhadap struktur dan perkembangan alam semesta.

Pengamatan Dark Energy Spectroscopic Instrument (DESI) pada 2024 dan 2025 memberikan petunjuk bahwa dark energy mungkin tidak sepenuhnya konstan. Telset melaporkan, kekuatannya diduga mencapai nilai maksimum sekitar dua miliar tahun lampau sebelum kemudian mulai melemah.

Interaksi Gelap Bisa Menjawab Misteri Kosmos

Fisikawan Justin Khoury dari University of Pennsylvania telah meneliti kemungkinan hubungan dark energy dan dark matter sejak 2005. Dalam teori terbaru berbareng Meng-Xiang Lin dan Mark Trodden, keduanya dimodelkan dapat mengalami perubahan daya secara bersamaan.

Salah satu kemungkinan nan muncul adalah sebagian daya dark matter beranjak ke dark energy. Jika benar, proses tersebut dapat membantu menjelaskan kenapa dark energy tampak mempunyai perilaku nan tidak biasa.

Teori ini juga berangkaian dengan Hubble tension, ialah perbedaan pengukuran laju ekspansi alam semesta. Menurut Telset, pengukuran dari alam semesta awal dan pengamatan terhadap alam semesta nan lebih baru menunjukkan perbedaan sekitar 9 persen.

Ada Kemungkinan Dimensi Gelap

Gagasan lain nan turut dibahas adalah dark dimension alias dimensi gelap. Dalam teori string, dimensi tambahan diperkirakan dapat menjadi penghubung antara dark matter dan dark energy.

Jika konsep tersebut benar, perubahan ukuran dimensi gelap dapat memengaruhi sifat keduanya. Namun, teori ini tetap menjadi bagian dari penelitian dan memerlukan pengetesan melalui pengamatan astrofisika lebih lanjut.

Misteri dark energy dan dark matter pun belum sepenuhnya terpecahkan. Meski demikian, kemungkinan keduanya saling berinteraksi dapat membuka jalan baru untuk memahami gimana alam semesta berkembang.

Sumber: Telset

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia