Kebakaran Jalur Semeru, 170 Pendaki Masih Terjebak di Ranu Kumbolo

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Kebakaran Jalur Semeru, 170 Pendaki Masih Terjebak di Ranu Kumbolo Ilustrasi: Pendaki menaiki Tanjakan Cinta dari Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur.(MI/Ramdani)

SEKITAR 170 pendaki dilaporkan tetap berada di area Ranu Kumbolo saat musibah kebakaran rimba dan lahan (karhutla) melanda jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur, tepatnya di area Blok Ranu Kembang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, membenarkan keberadaan ratusan pendaki tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (27/8).

"Memang betul kami mendapat info bahwa sekitar 170 pendaki tetap berada di area Ranu Kumbolo, namun letak karhutla berada di atasnya, ialah di Ranu Kembang," terang Isnugroho dikutip dari Antara. 

Isnugroho menegaskan para pendaki kudu segera dievakuasi turun guna mengantisipasi perambatan kobaran api nan dikhawatirkan mengarah ke Ranu Kumbolo. Untuk itu, tim campuran telah diberangkatkan menuju titik keberadaan para pendaki sejak Kamis pagi.

Proses pemadaman di Blok Ranu Kembang menghadapi hambatan geografis nan cukup berat akibat topografi area nan sangat terjal dan curam.

"Area rimba nan menjadi titik kebakaran lokasinya di Blok Ranu Kembang nan medannya sangat curam dan terjal, sehingga pemadaman kemungkinan bisa dilakukan dengan water bombing alias jalur udara, namun tim campuran tetap menyisir titik api nan bisa dijangkau," jelasnya.

Sebelum kejadian di Blok Ranu Kembang, titik karhutla juga sempat muncul di area Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kabupaten Lumajang, pada Selasa (25/8/2026). Namun, api di titik tersebut telah sukses dipadamkan sepenuhnya oleh tim campuran tanpa menyisakan bara.

Jalur Pendakian Ditutup Total

Buntut dari ancaman kebakaran ini, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) resmi menutup total seluruh akses jalur pendakian Gunung Semeru terhitung sejak Rabu (26/8).

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan bahwa keputusan penutupan diambil lantaran titik api berdekatan langsung dengan lintasan pendakian utama.

"Kebakaran rimba nan terjadi pada 26 Agustus 2026 di Blok Ranu Kembang di sekitar jalur pendakian Gunung Semeru, dengan begitu jalur pendakian Gunung Semeru ditutup secara total," tegas Rudi.

Penutupan jalur pendakian ini dituangkan secara resmi melalui Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 nan bertindak hingga pemisah waktu nan belum ditentukan. (Ant/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia