Kebakaran di Balikpapan Hanguskan 11 Rumah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kebakaran di Balikpapan Hanguskan 11 Rumah Bencana kebakaran menghanguskan sejumlah rumah penduduk di Jalan Dahor II, Balikpapan Barat( MI/Ervan Masbanjar)

KEBAKARAN melanda kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (20/8), di permukiman padat masyarakat berada di area Jalan Dahor II, Balikpapan Barat. Api dengan sigap membesar dan diperkirakan menghanguskan sekitar 11 rumah milik warga.

Kepala Pelakana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan Usman Ali mengatakan, membenarkan peristiwa tersebut dan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.30 Wita, dimana letak kebakaran terjadi di wilayah nan terbilang padat rumah masyarakat di wilayah RT 48, 49, Jalan Dahor II, Balikpapan Barat.

“Kebakaran berjalan di area permukiman nan cukup padat. Kondisi tersebut membikin api sigap menjalar, terlebih sebagian gedung penduduk menggunakan material kayu,” bebernya.

Berdasarkan pendataan sementara pihaknya, lanjut Usman, terdapat delapan rumah nan berada di bagian depan area terdampak kebakaran. Petugas tetap melakukan pendinginan sehingga jumlah gedung nan terbakar belum dapat dipastikan secara keseluruhan.

"Informasi nan terdata di depan ada delapan, nan di belakang ini kita belum bisa memasuki ke dalam lantaran memang situasinya tetap pendinginan," kata Usman.

Ia memperkirakan, jumlah rumah nan terdampak mencapai sekitar 11 unit. petugas sukses menguasai kobaran api sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dilakukan. Setelah api dikuasai, petugas melanjutkan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api nan kembali menyala.

“Dalam proses pemadaman kami menghadapi kendala,  karena letak kebakaran di tengah permukiman dengan akses jalan nan sangat sempit seperti gang ukuran lebih satu meteran saja. Sehingga menyulitkan mobil pemadam mendekati letak kebakaran.

Selain itu akses nan sempit, tambahnya, sejumlah penduduk berupaya menyelamatkan barang-barang dari rumah mereka ketika petugas melakukan pemadaman, sehingga petugas tidak bisa leluasa melakukan pemadaman.

“Kami mengerahkan sekitar 15 unit armada dari enam sektor dan dua pos untuk menangani kebakaran tersebut. Pemadaman juga mendapat support dari unsur lain, termasuk Brimob serta unit pemadam dari sejumlah perusahaan,” bebernya.

Menurutnya, keterlibatan armada lintas lembaga menjadi krusial dalam penanganan kebakaran di permukiman padat. Dimana pihaknya juga kerap berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dari perusahaan, termasuk Pertamina, dalam menangani kejadian kebakaran.

Untuk diketahui, hingga proses pendinginan tetap berlangsung, BPBD pun belum menerima info mengenai adanya korban jiwa. 

Usman mengatakan pihaknya tetap bakal melakukan pemeriksaan setelah kondisi di letak dinyatakan aman.

"Untuk saat ini info belum ada. Nanti kita bakal memeriksa setelah pendinginan selesai," ujarnya.

Seorang penduduk berjulukan Rani menuturkan, kobaran api pertama kali terlihat ketika dirinya baru bangun tidur. Saat itu, api sudah membesar dari salah satu rumah di bagian ujung permukiman.

"Api itu sudah besar, tapi rumah nan paling ujung pertama. Rumahnya namanya Rumah Niskar," ujar Rani.

Menurut dia, api dengan sigap membesar lantaran gedung rumah nan terbakar berbahan kayu. Kondisi permukiman nan sebagian besar dihuni pekerja pada pagi hari juga membikin sejumlah rumah dalam keadaan kosong.

“Saya tidak terdengar bunyi ledakan sebelum kebakaran dan tidak ada pemadaman listrik nan terjadi sebelum api muncul. Warga baru mengetahui kejadian setelah terdengar teriakan penduduk lain saat memandang kobaran api membesar,” pungkasnya. (H-4)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia