Liputan6.com, Lombok Tengah - Kebakaran nan melanda Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, tidak hanya membikin penduduk kehilangan tempat tinggal. Sejumlah perangkat tenun, hasil produksi hingga gerai mini nan menjadi sumber penghasilan masyarakat turut dilalap api.
Dampak tersebut turut dirasakan pengguna PNM Mekaar nan tinggal dan menjalankan upaya di area wisata budaya tersebut.
Banyak wanita di Desa Adat Sade selama ini menggantungkan penghasilan dari kerajinan tenun. Kain songket dan selendang unik Sasak nan mereka produksi bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata sekaligus sumber pendapatan keluarga.
Kebakaran nan terjadi beberapa hari sebelumnya melahap ratusan rumah tradisional suku Sasak dalam waktu singkat. Warga apalagi kudu menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang mereka.
Di tengah kondisi tersebut, support mulai berdatangan. Sekitar pukul 21.00 WITA pada Rabu (26/8/2026), truk support memasuki area Desa Adat Sade dengan membawa support bagi masyarakat terdampak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336683/original/065752400_1788171095-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_15.51.02__2_.jpeg)
Perbesar
Kehilangan Rumah Sekaligus Sumber Penghasilan
Dampak kebakaran bagi sebagian penduduk tidak berakhir pada hilangnya tempat tinggal.
Peralatan tenun nan biasa digunakan untuk menghasilkan kerajinan, stok hasil produksi, hingga gerai nan menjadi tempat menjual produk kepada visitor ikut terbakar.
Kondisi tersebut membikin sejumlah penduduk kudu menghadapi dua persoalan sekaligus, ialah kehilangan rumah dan terhentinya sumber penghasilan nan selama ini menopang kebutuhan keluarga.
PNM kemudian bergerak melalui PNM Peduli untuk mendampingi pengguna dan masyarakat nan terdampak. Respons tersebut diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pada masa darurat, tetapi juga memandang kebutuhan lanjutan ketika penduduk mulai memasuki tahap pemulihan.
“Kami mau memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap berbareng mereka sampai kondisi berangsur pulih. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami bakal terus memandang kebutuhan lanjutan, termasuk gimana pengguna dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya,” ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336684/original/075832100_1788171095-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_15.51.02__3_.jpeg)
Perbesar
PNM Petakan Kebutuhan Warga Terdampak
Sebelum support diberikan, tim PNM Peduli lebih dulu melakukan pemetaan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan agar support nan disalurkan sesuai dengan kondisi pengguna dan penduduk terdampak, bukan sekadar memberikan paket support secara umum.
Hasil pemetaan menunjukkan perlengkapan rumah tangga menjadi salah satu kebutuhan utama.
Pasalnya, kebakaran turut memusnahkan nyaris seluruh peralatan nan biasa digunakan penduduk untuk memasak, makan, minum maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat nan baru kehilangan sebagian besar isi rumah, perlengkapan tersebut menjadi kebutuhan krusial untuk mulai menjalani kembali kehidupan sehari-hari di tengah keterbatasan.
Setiap support nan diterima diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam kondisi darurat, tetapi juga menjadi langkah awal bagi penduduk untuk kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.
Bantuan Tiba Kurang dari Sepekan Setelah Kebakaran
Respons terhadap penduduk dan pengguna terdampak dilakukan dalam waktu kurang dari satu minggu setelah kebakaran.
PNM Peduli menyalurkan support secara langsung kepada masyarakat nan memerlukan dengan mempertimbangkan kondisi nyata nan ditemukan di lapangan.
Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membantu pengguna melewati masa pemulihan setelah kehilangan rumah maupun sarana nan selama ini digunakan untuk menjalankan usaha.
Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, perhatian selanjutnya diarahkan pada proses pemulihan, termasuk memandang kebutuhan pengguna agar dapat kembali beraktivitas dan menjalankan usahanya.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·