Selebgram Keanu Angelo memenuhi panggilan interogator Polda Metro Jaya. Keanu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania.
Ditemui usai pemeriksaan, Keanu mengatakan bahwa dirinya menjawab 25 pertanyaan nan disampaikan oleh penyidik. Pertanyaan penyidik, menurut Keanu tetap mengenai corak kerja samanya dengan pihak Hanania.
"Aduh, saya enggak ngitung, (ada) 25 (pertanyaan),” ujar Keanu kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (8/6).
"(Pertanyaan soal) kenal di mana, terus awal kerja samanya gimana, kontraknya seperti apa. Aku jelasin di dalam bahwa saya dalam kerja sama sama Hanania itu saya enggak menerima duit endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter,” sambungnya.
Tawaran dari Hanania, menurut Keanu datang kepadanya sekitar Mei 2024. Keanu awalnya sempat pikir-pikir sebelum menerima tawaran tersebut. Hingga pada akhirnya dia setuju dan berangkat umroh pada Juli 2024.
“Ketemu langsung. Kita ketemu langsung. Aku kebetulan waktu itu lagi di Bali, terus kerabat Farhan juga lagi di Bali, akhirnya kita ketemu di sana, ditawarkan. Terus saya pikir-pikir dulu, kita tanda tangan perjanjian itu akhir Mei. Pertemuan itu awal Mei. Akhir Mei, tanggal 30. Tanggal 30 saya tanda tangan kontrak,” ungkap Keanu.
"Aku Agustus. Juli berangkat 29, pulangnya tanggal 10 Agustus 2024. Ditawarinya dari bulan Mei pertengahan," imbuhnya.
Keanu Agl Prihatin dengan Korban nan Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Terakhir, Keanu mengaku ikut prihatin dengan para korban nan kandas berangkat ke tanah suci. Untuk itu, Keanu berjanji bakal kooperatif dan membeberkan seluruh kebenaran nan dia ketahui untuk memudahkan investigasi polisi di kasus ini.
“Saya turut prihatin nan menjadi korban atas apa nan terjadi. Saya berambisi agar jemaah sekalian bisa mendapatkan haknya kembali," kata Keanu.
“Dan saya banget mendukung tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. dan saya bakal bertindak kooperatif dalam proses norma nan berjalan," tutupnya.
Terkait kasus ini, Polda Metro Jaya menetapkan Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional alias Hanania Group berinisial ASFR sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan biaya jemaah umrah. Polisi terus mendalami aliran biaya pihak travel umrah tersebut.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·