Kasus bayi nyaris dibawa orang tak dikenal di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, nan menimpa Nina Saleha, mendapat perhatian unik dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pria nan berkawan disapa KDM tersebut langsung turun tangan merespons dan memberikan support kepada Nina dan bayinya nan baru lahir.
Dalam video nan diunggah di akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (9/4), KDM menyampaikan keprihatinannya sekaligus menyoroti dugaan kelalaian dalam pelayanan kesehatan nan menimpa Nina dan bayinya.
“Yang krusial nan pertama itu adalah tindakan nan asal-asalan nan dilakukan oleh perawat, dan kelak saya tanya ke manajemen apa tindakan nan dilakukan oleh manajemen. Tapi saya dengar bahwa sudah diberikan sanksi, tapi tidak tahu sanksinya apa,” ujar KDM dalam video tersebut.
Selain itu, KDM juga menyampaikan empati dan dukungannya kepada Nina Saleha nan baru saja melewati masa susah setelah proses kelahiran sang bayi.
“Yang kedua, saya mengucapkan selamat atas kelahiran anak teteh, kemudian selamat sudah melewati masa nan berat dalam hidup, ialah anaknya sempat dibawa orang,” lanjutnya dalam percakapan telepon dengan Nina.
Beri Bantuan Pasca Persalinan Rp 10 Juta
Sebagai corak kepedulian, KDM juga memberikan support finansial untuk membantu kebutuhan pasca persalinan Nina dan sang bayi.
“Yang ketiganya, ini corak lantaran teteh mengalami kesulitan waktu kelahiran, saya kelak titip buat beli popok anak teteh, buat beli gizi dan pemulihan kesehatan teteh ya. Saya kelak (kasih) ke teteh Rp 10 juta ya,” katanya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban Nina Saleha sekaligus corak perhatian dari pemerintah terhadap masyarakat nan mengalami kesulitan, khususnya dalam pelayanan kesehatan.
Sekilas Kasus
Seorang ibu berjulukan Nina Saleha mengungkap peristiwa mengejutkan nan dialaminya saat mendampingi bayinya nan baru lahir, menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4). Ia menyebut bayinya nyaris dibawa oleh orang tak dikenal.
Nina menceritakan, kejadian bermulai saat dirinya menunggu pemeriksaan master anak nan tak kunjung datang. Bayinya saat itu tetap berada di ruang perawatan RS.
Di sela menunggu, dia sempat berinteraksi dengan seorang wanita lain nan berada di letak nan sama.
"Saya tanya, ‘mau ngapain ke sini? Mau pulang alias nengok?’ Dia bilang mau pulang,” ujar Nina saat dihubungi wartawan, Kamis (9/4).
Tak lama kemudian, master anak datang dan memanggil pasien lain terlebih dahulu. Nina pun tetap menunggu giliran sembari memperhatikan aktivitas di sekitar ruang perawatan.
Beberapa saat kemudian, situasi menjadi sibuk lantaran ada pasien bayi lain nan mengalami kondisi darurat.
Nina sempat turun ke bawah berbareng suaminya untuk makan. Namun, dia mengaku mempunyai firasat tidak lezat dan memutuskan kembali ke ruangan.
“Pas saya kembali ke atas, rupanya anak saya sudah dipegang oleh wanita itu. Saya tanya, ‘Teh, pulang?’ Dia bilang, iya. Pas saya perhatikan baju, selimut, dan wajahnya, itu anak saya,” katanya.
Nina langsung mempertanyakan kenapa bayinya berada di tangan wanita tersebut.
“Saya bilang, ‘ini anak saya. Saya nan memandikan, saya nan tahu bajunya.’ Saya tanya, ‘memangnya Teteh tidak tahu wajah anaknya sendiri?’” lanjut Nina.
Nina juga mendapati gelang identitas bayinya sudah tidak ada.
“Pas dilihat, gelang namanya sudah tidak ada. Katanya gelangnya sudah digunting oleh suster,” ungkapnya.
Merasa panik, Nina langsung berteriak meminta bantuan. “Saya teriak, ‘Sus, Sus, itu anak saya mau dibawa pergi!’”
Tak lama kemudian, suaminya datang dan situasi menjadi tegang. Menurut Nina, pihak perawat hanya menyampaikan permintaan maaf.
“Susternya bilang, ‘Iya, Bu, maaf. Tadi saya panggil-panggil nama Ibu Nina Saleha tidak ada, jadi saya serahkan.’ Lah, kenapa bisa? Kok bisa dikasihkan?” kata Nina dengan nada heran.
Nina menjelaskan, bayinya nan baru berumur sekitar satu minggu sebelumnya dirawat lantaran penyakit kuning dan sempat masuk ruang ICU setelah dirujuk ke rumah sakit tersebut.
Ia juga menegaskan tidak mengenal wanita nan sempat membawa bayinya.
“Tidak kenal, hanya sempat berbincang sejenak saja,” ujarnya.
Perempuan tersebut mengaku family pasien lain dan hendak pulang dari rumah sakit. Namun, sikapnya dinilai mencurigakan.
RSHS Minta Maaf
Sebelumnya manajemen RSHS telah menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bakal melakukan pertimbangan serta perbaikan jasa pasca kejadian tersebut.
"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 mengenai dengan pelayanan kesehatan pada bayi dari Ibu Nina Saleha, maka segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf nan sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa nan dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUP Dr. Hasan Sadikin," demikian pernyataan manajemen nan diterima kumparan, Kamis (9/4).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·