Jakarta -
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan salah satu tujuan penataan laman Gedung Sate agar aktivitas masyarakat bisa berjalan lebih leluasa dan lancar. Penataan tersebut juga bakal memperlancar lampau lintas depan Gedung Sate alias Jalan Diponegoro.
Pria nan berkawan disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu mengatakan selama ini, aktivitas seperti demonstrasi di depan Gedung Sate kerap mengganggu lampau lintas. Jalan Diponegoro kudu ditutup saat terjadi demonstrasi sehingga mengakibatkan kemacetan.
"Kondisi seperti itu tidak bakal terjadi setelah penataan laman Gedung Sate. Masyarakat tetap bisa menyuarakan aspirasinya di depan gedung pemerintahan Jawa Barat tersebut tanpa halangan kendaraan," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, di sisi lain, lampau lintas pun tidak bakal terganggu oleh aktivitas masyarakat di depan Gedung Sate lantaran bakal dialihkan memutar ke depan Hotel Pullman. Kendaraan tidak dapat lagi melintas di depan Gedung Sate.
"Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak bakal terganggu oleh aktivitas di depan Gedung Sate," ujar KDM.
KDM memastikan penataan laman Gedung Sate tidak bakal mengubah komponen krusial nan sudah ada, termasuk batu prasasti Kementerian Pekerjaan Umum di area tersebut. Penataan laman Gedung Sate juga bakal menambah estetika area tersebut. Tinggi laman Gedung Sate bakal dibuat sama dengan laman Gasibu sehingga terlihat lebih menyatu.
"Halamannya kelak terbuka lebih luas dan lebar," tutup KDM.
(prf/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·