KDM: Kasus Wanita Disekap-Aniaya Ingatkan Tradisi Lapor 1x24 Jam ke RT/RW Hilang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ajak sekolah swasta buka akses bagi siswa tidak bisa nan belum diterima di sekolah negeri, Jumat (19/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Jabar

Wanita berinisial YTR (29) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh Taufik Hidayat (30) di bilik kos di Bandung. Sejak Mei 2024, keduanya tinggal bersama.

Dengan kasus tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi namalain KDM menyoroti melemahnya tata kelola pemerintahan di tingkat terbawah, seperti rukun tetangga (RT) dan rukun penduduk (RW).

Menurutnya, pola pikir masyarakat nan sekarang terlalu berorientasi pada duit membikin kegunaan pengawasan lingkungan menjadi abai, termasuk hilangnya tradisi wajib lapor bagi tamu.

"Cara berpikir kita nan berorientasi duit dan semakin lemahnya aspek tata kelola pemerintahan pada level terbawah itu mengakibatkan abainya setiap peristiwa," ujar KDM saat konvensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6).

KDM menyayangkan hilangnya tradisi lapor 1x24 jam. Saat ini, kebanyakan ketua RT dan RW tidak lagi mengantongi info berkala mengenai siapa saja orang nan berjamu alias berjamu di wilayah mereka.

"Tradisi tamu lapor 1x24 jam hari ini sudah hilang. Rata-rata ketua RT dan ketua RW tidak mempunyai info siapa nan berkunjung," ucapnya.

Selain itu, KDM juga menyoroti kebiasaan masyarakat nan kerap mengabaikan alias sengaja menyembunyikan identitas pribadi saat menginap di suatu tempat.

"Bisa jadi identitasnya dihilangkan ketika nan diajak nginep bukan istrinya," katanya.

Sehingga, kata KDM, Pemprov Jawa Barat bakal mengambil langkah dengan menerbitkan surat info resmi nan menginstruksikan seluruh jejeran RT dan RW di Jawa Barat membangun sistem pendataan lingkungan nan ketat.

"Walaupun itu kewenangannya di bawah bupati/wali kota, untuk segera membikin sistem info di RT/RW masing-masing," kata dia.

"Setiap pemilik kos, rumah kontrakan, setiap orang datang ke situ kudu di foto, dilampirkan KTP, disetorkan ke sistem info nan ada di RT/RW," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan