Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mendorong transformasi besar dalam bumi pendidikan pesantren agar bisa menjawab tantangan era sekaligus melahirkan santri nan kompetitif di tingkat global.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam talkshow panel berbareng Keluarga Alumni Pesantren Cipasung di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (6/6).
Dalam forum tersebut, Cucun menyoroti dua agenda strategis bagi masa depan pesantren, ialah pengawalan penerapan izin turunan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta percepatan peningkatan kapabilitas santri dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kehadiran UU Pesantren kudu betul-betul dirasakan manfaatnya oleh pesantren melalui empat pilar utama, ialah rekognisi (pengakuan), afirmasi (keberpihakan), fasilitasi pendanaan melalui Dana Abadi Pesantren, serta penguatan kegunaan sosial dan dakwah.
Cucun menegaskan bahwa penyusunan beragam patokan turunan, baik dalam corak peraturan menteri maupun peraturan daerah, tidak boleh menambah beban birokrasi bagi pesantren.
"Setiap undang-undang kudu mempunyai penerapan nan nyata. Faktanya, belum semua alumni maupun pengelola pesantren memahami sepenuhnya ruang kehadiran negara melalui UU ini. Karena itu, kami meminta agar sistem patokan turunannya tidak dibuat rumit, terutama mengenai rekognisi kelulusan dan akses anggaran. Kehadiran negara kudu mempermudah, bukan membebani manajemen pesantren," tegasnya.
Selain aspek regulasi, Wakil Ketua Umum DPP PKB itu juga menekankan pentingnya transformasi pendidikan pesantren agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Menurutnya, pesantren mempunyai kesempatan besar untuk mengintegrasikan standar pendidikan internasional tanpa kehilangan identitas dan karakter keislamannya.
Ia menilai kurikulum internasional seperti Cambridge Curriculum maupun International Baccalaureate dapat diadopsi dan dikembangkan sesuai karakter pesantren.
"Pesantren bisa mengangkat Cambridge maupun IB dengan pendekatan unik pesantren. Transformasi ini sangat penting. Semua pesantren kudu adaptif terhadap percepatan teknologi. Bahkan dalam perkembangan AI saat ini, dibutuhkan kontribusi dari insan pesantren nan mempunyai pemahaman kepercayaan nan kuat untuk menghadirkan perspektif etika dan nilai-nilai moral," ujarnya.
Momentum perbincangan tersebut sekaligus menjadi penanda babak baru kepemimpinan organisasi alumni pesantren. Dalam aktivitas nan berjalan di Dome Pesantren Cipasung dan dihadiri ribuan alumni lintas generasi, Kang Cucun resmi dilantik sebagai Ketua Umum Majelis Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Cipasung (MPP KAC) periode 2026-2031.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, KH. Ubaedillah, bertepatan dengan penyelenggaraan Haul Akbar pesantren.
Pada kesempatan nan sama, turut dikukuhkan jejeran Majelis Pakar MPP KAC nan dibentuk sebagai wadah pemikiran strategis organisasi. Majelis ini diharapkan menjadi pusat kontribusi akademik, pengembangan gagasan, serta penyusunan rekomendasi berbasis kajian dan info dari para alumni lintas disiplin ilmu.
Acara pelantikan dan pengukuhan ini turut dihadiri para masyayikh dan family besar Pesantren Cipasung antara lain KH. Acep Adang Ruhiyat, Acep Zamzam Noor, Rektor UNIK KH. Abdul Chobir, jejeran pengurus KAC serta ribuan alumni Ponpes Cipasung dari beragam daerah.
[Gambas:Video CNN]
(agt)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·