Kawal Tol Bukittinggi-Sicincin, Andre Rosiade: Exit Pasar Amor dan Lanjut Bypass

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade bakal turun langsung ke sejumlah jorong di Agam untuk berbincang dengan masyarakat dan ninik mamak mengenai rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang ruas Bukittinggi-Sicincin. Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade mengawal langsung percepatan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang ruas Bukittinggi-Sicincin. Dalam rapat berbareng Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, sejumlah pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar dan PT Hutama Karya di Kantor BPJN Sumbar, Jati, Padang, Kamis (10/9/2026), disepakati perencanaan trase dengan exit tol di area Pasar Amor, Kabupaten Agam.

Rapat tersebut dihadiri Sekda Sumbar Arry Yuswandi, Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan, Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya Sugeng Rochadi, Bupati Agam Benny Warlis, Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat dan perwakilan Pemko Bukittinggi.

Andre menegaskan, nan disepakati dalam rapat tersebut bukan penetapan trase secara final, melainkan penetapan perencanaan trase nan selanjutnya bakal diproses sesuai tahapan manajemen dan dikonsultasikan kepada masyarakat. Salah satu poin pentingnya adalah menyiapkan akses tol alias bypass sepanjang sekitar 6,5 kilometer dari Pasar Amor menuju Simpang Taluak.

“Alhamdulillah kita sudah bermufakat mengenai rencana trase, di mana exit tol di Pasar Amor dan membangun bypass. Rencana trase ini bakal didiskusikan dan didialogkan langsung dengan masyarakat dan ninik mamak nan ada di Kabupaten Agam,” kata Andre.

Menurut Andre, skema tersebut menjadi solusi untuk menjaga akses masyarakat sekaligus mengantisipasi akibat lampau lintas andaikan exit tol berada di Pasar Amor. Jalan sepanjang 6,5 kilometer itu nantinya bukan merupakan jalur tol utama, tetapi akses tol/bypass nan tetap menjadi bagian dari support terhadap konektivitas kawasan. “Dari Pasar Amor itu bukan lagi tol, tapi akses tol. Bypass dari Pasar Amor sampai Simpang Taluak sekitar 6,5 kilometer,” ujarnya.

Andre menjelaskan, perubahan nomenklatur tersebut krusial dari sisi manajemen agar pembebasan lahan dapat dibiayai melalui anggaran negara nan dikelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Dengan demikian, persoalan pembiayaan pembebasan lahan untuk akses tersebut sudah mempunyai jalan keluar. “Lahannya dibebaskan LMAN pakai APBN. Jadi nan menjadi masalah kita di situ, ialah duit untuk pembebasan, alhamdulillah sudah ada solusi,” katanya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade bakal turun langsung ke sejumlah jorong di Agam untuk berbincang dengan masyarakat dan ninik mamak mengenai rencana pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang ruas Bukittinggi-Sicincin. Foto: Dok. Istimewa

Untuk mempercepat proses tersebut, Andre meminta Pemerintah Provinsi Sumbar segera menyurati Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU mengenai perubahan arsip DPPT. Setelah itu, basic design dan arsip mengenai lainnya bakal disesuaikan dengan hasil rapat.

Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Sugeng Rochadi, menyampaikan apresiasinya atas kerjasama kuat nan terjalin antar pemangku kepentingan. Penetapan Lokasi (Penlok) pun ditargetkan dapat rampung pada awal tahun guna mendukung percepatan eksekusi di lapangan.

"Kami percaya dengan semangat kerjasama serta support penuh dari pemerintah daerah, Departemen Pekerjaan Umum, dan masyarakat Sumatera Barat, halangan teknis maupun non-teknis dapat kita atasi bersama," ujar Sugeng Rochadi.

Proyek ruas tol Bukittinggi–Sicincin ini diharapkan dapat segera memasuki tahap eksekusi bentuk dalam waktu dekat. Kehadiran tol ini diyakini bakal memperlancar konektivitas antarwilayah serta memberikan akibat positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumatera Barat secara keseluruhan.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU Dedy Gunawan membenarkan perlunya penyesuaian manajemen tersebut. Menurut dia, istilah “akses tol” dapat digunakan untuk ruas nan berfaedah sebagai penghubung dan tetap masuk dalam penugasan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), sehingga pembiayaannya dapat dilakukan melalui skema nan sesuai.

Deddy menjelaskan, Kementerian PU juga tengah memproses perubahan izin mengenai penamaan segmen jalan tol agar lebih elastis terhadap perkembangan trase. Setelah basic design dan DPPT disesuaikan, proses berikutnya bakal dilanjutkan dengan pengurusan KKPR serta tahapan persiapan lainnya.

Andre Rosiade menargetkan pembangunan ruas Padang Panjang hingga area Pasar Amor dapat selesai sebelum 2029. Bahkan, dia mendorong agar ruas tersebut sudah dapat diwujudkan pada 2028. “Saya pengennya sebelum 2029 Padang Panjang-Pasar Amor itu tolnya sudah jadi. nan bisa kita selesaikan segera insya Allah Padang Panjang-Pasar Amor,” tegasnya.

Andre mengatakan percepatan perlu dilakukan lantaran pembangunan ruas lainnya mempunyai tantangan teknis nan lebih besar. Salah satunya adalah rencana terowongan pada ruas Padang Pariaman-Padang Panjang nan memerlukan waktu pengerjaan lebih panjang “Jadi nan bisa kita selesaikan segera insya Allah Padang Panjang-Pasar Amor. Mari kita mobilitas cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menyatakan Pemprov Sumbar mendukung penuh percepatan pembangunan jalan tol tersebut. Menurutnya, keberadaan tol mempunyai nilai strategis bagi pembangunan dan konektivitas Sumbar.

Arry juga mengapresiasi pengawalan nan dilakukan Andre Rosiade berbareng Gubernur Sumbar dan seluruh pihak terkait. Ia berambisi dinamika dalam proses pembangunan tidak menjadi penghalang. “Kami percaya bahwa dengan kebersamaan kita, apalagi pengawalan Pak Andre berbareng Bapak Gubernur, ini bakal memberikan akselerasi,” kata Arry.

Ia apalagi berambisi pembangunan ruas Sicincin-Bukittinggi dapat berjalan jauh lebih sigap dibandingkan proses pembangunan ruas Padang-Sicincin. “Kalau ruas Padang-Sicincin sekian tahun, kita berambisi proses Sicincin-Bukittinggi ini sekian bulan. Mungkin lebih dahsyat lagi,” ujarnya.

Andre menegaskan, keberhasilan pembangunan tol memerlukan kerja berbareng pemerintah pusat, pemerintah daerah, Hutama Karya dan masyarakat. Karena itu, setelah perencanaan trase disesuaikan, dia memastikan pemerintah bakal membuka ruang perbincangan langsung dengan masyarakat.

“Di Sumatera Barat tidak ada nan tidak bisa kita bicarakan. Insya Allah jika untuk kepentingan bersama, asal kita jujur, terbuka, bicara dengan hati-hati, insya Allah semua bisa kita bicarakan,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan