Influencer sekaligus TikToker, Vilmei, tiba di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (26/8) malam. Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan mengenai kasus penggelapan duit nan dilakukan oleh karyawannya, berinisial Z.
Pantauan di lokasi, Vilmei tiba di sekitar pukul 21.16 WIB. Ia datang menggunakan mobil Toyota Alphard berwarna putih.
Dia juga tampak mengenakan blazer berwarna putih saat tiba di lokasi. Kemudian masuk ke area Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani pemeriksaan.
Vilmei tiba berbareng A, sosok pacar dari Z, nan diduga mengenai dalam kasus tersebut. A terlihat mengenakan kaus berwarna hitam, topi, serta masker nan menutupi sebagian wajahnya.
Sebelumnya, Vilmei mengalami kerugian hingga Rp 1,28 miliar usai biaya hasil pendapatan akun TikTok-nya diduga digelapkan oleh Z.
Kasus tersebut terungkap saat dia hendak bayar makanan dan menemukan saldo rekening pribadinya tersisa Rp 1 juta.
Dalam video nan diunggah di akun TikTok pribadinya, Vilmei menceritakan momen dirinya menyadari duit nan selama ini dia simpan telah hilang.
"Saat saya mau bayar makan, saya cek saldo di ATM aku. Aku syok, lantaran uangnya tinggal tersisa Rp 1 juta," kata Vilmei.
Pengakuan Z dan Sosok A
Dalam pengakuannya kepada Vilmei, Z menyebut duit itu dialirkan ke sejumlah akun TikTok milik orang lain sebelum akhirnya ditarik.
"Uang tersebut saya kirim ke sejumlah akun TikTok punya teman-teman saya, termasuk pacar saya. Jumlahnya itu nyaris 12 akun," ujar Z.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap akun perantara memperoleh hadiah dari transaksi tersebut.
"Dari setiap transaksi mereka mendapatkan komisi. Setelah duit masuk ke sejumlah akun, saya sama pacar aku, Arka, baru melakukan penarikan uang," ungkap Z kepada Vilmei.
Z mengaku melakukan tindakan tersebut lantaran mendapat ancaman dari kekasihnya A.
"Dia menakut-nakuti bakal menyebarkan video hubungan intim ke orang tua dan teman-teman saya. Jujur saya enggak tahu jika divideokan. Memang saya melakukan itu sama dia dalam keadaan mabuk," katanya.
Meski demikian, pengakuan tersebut tetap merupakan keterangan sepihak dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Dugaan keterlibatan pihak lain tetap menunggu proses penyelidikan abdi negara penegak hukum.
Vilmei melaporkan kasus ini ke Polres Metro Bekasi Kota untuk diproses sesuai norma nan berlaku.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·