Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta jejeran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) segera menggelar rapat koordinasi menyusul penetapan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq sebagai tersangka oleh KPK.
Brian mengatakan Kemendiktisaintek telah menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Rektor Unsoed dari internal kampus. Plh tersebut diminta segera berkoordinasi dengan jejeran senat dan dekanat untuk memastikan pelayanan akademik tetap berjalan.
"Kita sudah menunjuk Plh agar intinya adalah pelayanan terhadap seluruh civitas akademika, mahasiswa maupun dosen-dosen itu jangan sampai terganggu," kata Brian saat ditemui wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8).
Dia mengatakan, rapat koordinasi diperlukan untuk memastikan tidak ada jasa akademik nan terhenti akibat proses norma nan menjerat ketua Unsoed.
"Kita sudah tunjuk Plh dari internal kampus Unsoed untuk langsung melakukan rapat koordinasi dengan jejeran senat, jejeran dekanat, terutama ketua perguruan tinggi, untuk segera memastikan tidak ada nan berkurang dari proses layanan," ujarnya.
Brian juga mengatakan Kemendiktisaintek bakal mengevaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru setelah kasus dugaan korupsi dalam seleksi mahasiswa baru di Unsoed terungkap.
"Ya kita bakal pertimbangan semuanya, kita juga sudah berkoordinasi, sudah dibentuk tim untuk melakukan pertimbangan proses penerimaan," kata dia.
KPK Tetapkan Rektor Unsoed sebagai Tersangka
KPK sebelumnya menetapkan Akhmad Sodiq sebagai tersangka berbareng lima orang lainnya dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi mengenai seleksi mahasiswa baru Unsoed.
KPK mengungkap dugaan praktik jual-beli kuota mahasiswa jalur mandiri. Dari sekitar 245 kuota mahasiswa jalur mandiri, sebanyak 73 kuota diduga telah disiapkan untuk dimintai sejumlah uang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·