Niko Prayoga
, Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |02:09 WIB

Kenapa Panjang Penis Pria Bisa Berbeda-beda? Ini Jawaban Dokter (Foto: Freepik)
JAKARTA — Ukuran penis pada laki-laki dipengaruhi oleh beragam aspek biologis nan berangkaian dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Selain aspek genetik, kondisi kesehatan selama masa pertumbuhan, termasuk berat badan dan keseimbangan hormon saat pubertas, juga dapat berperan.
Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan sejumlah aspek nan dapat memengaruhi perkembangan ukuran penis seorang pria. Menurutnya, aspek genetik menjadi salah satu aspek nan tidak dapat diabaikan.
“Ada beberapa perihal nan sebetulnya dia menentukan panjang penis pada seorang pria. Sebagai contoh, itu adalah aspek ras. Jadi ya, ada ras-ras tertentu nan dia panjang penisnya memang sudah terlihat panjang,” ungkap dr. Jefry dalam unggahan video di akun Instagramnya.
Selain aspek ras, dia menyebut aspek keturunan alias genetik juga berkedudukan dalam proses pertumbuhan organ reproduksi.
“Di samping ras, juga ada aspek lain nan menentukan panjang penis, salah satunya itu adalah keturunan. Alias gimana sih genetik kita. Pada orang-orang nan kegunaan genetiknya bagus dari orang tua, biasanya panjang penisnya bakal lebih sehat,” tambahnya.
Faktor Genetik
Meski demikian, aspek genetik bukan satu-satunya aspek nan berangkaian dengan perkembangan organ reproduksi. Menurut dr. Jefry, kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan juga perlu diperhatikan, terutama selama masa pertumbuhan.
Salah satunya berangkaian dengan kondisi berat badan berlebih alias obesitas nan berjalan sejak masa kanak-kanak hingga memasuki usia dewasa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·