Polresta Yogyakarta telah menerima laporan dugaan kekerasan nan menimpa seorang laki-laki berinisial DB dan KS nan terjadi di sekitar XT Square Yogyakarta pada Rabu (29/7) lalu.
"Korban melapor hari Sabtu, pukul 16.00 WIB," kata Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Dani HS dikonfirmasi, Senin (3/8).
Dani mengatakan saat ini petugas telah mengantongi identitas salah satu terduga pelaku.
"Identitas pelaku sudah dikantongi. Antara korban dan salah satu terduga pelaku berteman," kata Dani.
Menurut Dani, kasus ini tetap terus diselidiki oleh penyidik. "Masih proses penyelidikan," katanya.
Ayah Dikeroyok, Gigi Lepas 2
Diberitakan sebelumnya, seorang wanita di Yogyakarta berjulukan Thalia Anggraeni curhat di media sosial ayah dan kawan ayahnya jadi korban pengeroyokan oleh sekitar 15 orang di dekat XT Square Yogyakarta pada Rabu (29/7) sekitar pukul 21.00 WIB.
Thalia mengatakan pada malam itu ayahnya nan berinisial DB sedang menghadiri reuni berbareng bude, pakde, dan beberapa teman.
Tak lama, datang sekelompok orang nan selama ini dikenal baik oleh ayah Thalia. Menurutnya, salah satu personil golongan memanggil ayah Thalia ke area parkiran. Di letak itu pengeroyokan terjadi.
"Ketika situasi mulai dipisahkan, om (teman ayah Thalia) saya baru tiba di lokasi," kata Thalia dikonfirmasi kumparan, Jumat (31/7).
Setelah itu, kawan ayah Thalia nan berinisial KS turut jadi sasaran pengeroyokan. Para korban dipukul dan diinjak-injak.
"Bahkan ditusuk menggunakan kunci hingga tubuhnya penuh pasir akibat terjatuh dan diseret di lokasi," katanya.
Setelah pengeroyokan ini, para pelaku kemudian meninggalkan letak kejadian.
Thalia mengatakan meski ayahnya kenal dengan para terduga pelaku. Namun, pemicu pengeroyokan ini belum diketahui.
"Saya nggak mau perihal serupa terjadi lagi," katanya.
Luka-luka hingga Gigi Lepas
Thalia mengatakan akibat pengeroyokan ini ayahnya mengalami sejumlah luka termasuk dua giginya lepas.
"Papa saya gigi lepas dua, pembuluh darah di mata pecah, muka lebam-lebam, jalan ayah saya pincang," katanya.
Sementara kondisi KS lebih parah lagi lantaran kudu opname di rumah sakit. KS juga sempat tidak sadarkan diri.
"Yang lebih parah malah kawan baik ayah saya (sudah seperti om saya) opname di RS," ujarnya.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·