Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |16:59 WIB

Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib
JAKARTA - Kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati oleh oknum pengasuh pesantren di Pati, Jawa Tengah menjadi sorotan masyarakat. Ribuan penduduk mendatangi pesantren menuntut pelaku ditangkap dan diadili.
Sebelumnya, UPT PPA Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Pati mengonfirmasi bahwa perbuatan cabul oknum ustad pengasuh pesantren telah dilaporkan sejak 2024 oleh salah satu korban.
Menanggapi perihal tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib namalain Gus Salam, meminta agar ada perlindungan terhadap para korban dan keluarga.
“lima puluhan korban dari family kurang mampu, sebagiannya yatim. Pemerintah kudu dan segera memberi perlindungan secara menyeluruh kepada korban dan keluarganya,” kata Gus Salam, Selasa (5/5/2026).
Dia berharap, pemerintah dengan skema programnya kudu bisa membangkitkan semangat mereka untuk berguru meraih cita-citanya. Dan, perlu juga skema program untuk pemulihan ekonomi keluarganya.
“Keprihatinan mendalam tidak hanya kita rasakan untuk korban dan keluarga. Komunitas pesantren pun sangat terpukul oleh ulah oknum, seperti itu. Tapi itu tadi kita minta, negara dan pemerintah wajib datang untuk mereka dengan perlindungan serta pemulihan kondisi korban dan keluarganya,” ujarnya.
Gus Salam melanjutkan, kejadian nan merusak gambaran pesantren seperti di Tlogosari, Pati tersebut tidak hanya sekali dua kali. Dia dan praktisi dari kalangan NU melalui tim kerja pembelaan untuk pesantren ramah anak, terutama di Jawa Timur menemukan banyak kasus tindak kekerasan dan pelecehan di lingkungan pesantren.
“tragedi Tlogosari, Pati dan kejadian serupa kudu menjadi momentum bagi pesantren dan jam’iyyah NU di semua tingkatan untuk instrospeksi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Gus Salam.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·