Jakarta, CNN Indonesia --
Bayi nan baru lahir di rumah sakit alias puskesmas sekarang bisa langsung mempunyai akta kelahiran tanpa orang tua kudu mengurus arsip ke instansi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Data kelahiran dari akomodasi kesehatan dapat langsung terhubung ke Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk diproses menjadi arsip kependudukan.
Terobosan ini terwujud lewat integrasi platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan dengan SIAK Terpusat milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Integrasi tersebut diluncurkan di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).
Acara peluncuran dihadiri Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Turut datang Menteri PAN-RB Rini Widyantini, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi, datang berbareng jejeran Ditjen Dukcapil. Kehadiran sejumlah pejabat lintas kementerian dan lembaga ini menegaskan bahwa integrasi info kelahiran melibatkan banyak pihak.
Pada sambutannya, Tito Karnavian menjelaskan begitu info dari SATUSEHAT tersambung dengan sistem publikasi akta kelahiran Dukcapil, prosesnya bisa melangkah otomatis dan cepat. Menurutnya, akta kelahiran dapat terbit pada hari nan sama dengan kelahiran bayi.
"Begitu sistem datanya SATUSEHAT-nya berasosiasi dengan sistemnya Pak Teguh nan mengeluarkan akta kelahiran, dan kita bisa buat digitalnya, itu langsung connect. Lahir, hari itu juga langsung kita keluarkan akta kelahiran," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8).
Ia menambahkan, info Dukcapil menjadi salah satu platform utama pemerintahan digital lantaran selalu diperbarui mengikuti dinamika penduduk. Pembaruan itu mencakup kelahiran, kematian, perpindahan, hingga perubahan status kependudukan lainnya.
Proses publikasi akta lahir secara real time ini melangkah melalui beberapa tahap. Setelah bayi lahir di akomodasi kesehatan Kemenkes alias pemerintah daerah, info kelahiran dicatat melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), kemudian dikirim dan divalidasi lewat platform SATUSEHAT Kemenkes RI.
Data nan sudah tervalidasi tersebut selanjutnya terintegrasi dengan SIAK Dukcapil untuk publikasi akta lahir. Dokumen akta kelahiran nan terbit kemudian dikirim melalui surel alias WhatsApp, alias dapat diambil langsung di akomodasi kesehatan.
Sistem SIAK Terpusat juga menjalankan sejumlah proses secara otomatis dalam alur publikasi akta ini. Sistem mencocokkan nomor induk kependudukan (NIK) ibu dan ayah biologis dengan pedoman info kependudukan nasional.
Jika cocok lampau menerbitkan akta kelahiran komplit dengan tanda tangan elektronik serta memperbarui info anak ke dalam Kartu Keluarga secara otomatis.
Senada, Rini Widyantini menilai akta kelahiran bukan sekadar arsip administrasi, melainkan identitas pertama seorang anak sekaligus pintu masuk beragam jasa publik. Ia menegaskan negara kudu datang sejak awal kehidupan seorang anak.
"Ketika seorang anak lahir, negara tidak boleh datang terlambat, tapi negara kudu datang sejak hari pertama anak itu dilahirkan," tegas dia.
Di samping akta kelahiran, integrasi ini juga memungkinkan perubahan Kartu Keluarga dan publikasi Kartu Identitas Anak (KIA) diproses secara terintegrasi, sepanjang nama anak sudah ditentukan. Bagi pemerintah, perubahan nan dibawa bukan hanya soal teknologi, melainkan langkah masyarakat menerima layanan.
Rini menjelaskan, dengan sistem nan terintegrasi, nan beranjak adalah info antarsistem, bukan masyarakat nan kudu mendatangi instansi demi kantor. Prinsip ini menjadi dasar penyederhanaan jasa publik nan tengah didorong pemerintah.
"Jadi datanya nan bergerak, bukan masyarakatnya nan bergerak," tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, turut menyoroti peran info kependudukan dalam ekosistem pemerintahan digital. Menurutnya, Dukcapil menjadi tulang punggung integrasi info lintas sektor.
"Dukcapil itu kuncinya, backbone-nya rupanya," ucap Luhut.
Sebagai simbol peluncuran, aktivitas ini ditandai dengan penyerahan akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan KIA kepada family Ananda Bara Mahendra. Penyerahan arsip ini menjadi contoh nyata dari jasa nan telah terintegrasi tersebut.
Bagi Ditjen Dukcapil, integrasi SATUSEHAT dengan SIAK Terpusat menjadi bentuk nyata transformasi jasa manajemen kependudukan nan lebih cepat, mudah, akurat, dan terintegrasi. Langkah ini sekaligus menjadi salah satu capaian dari penyelenggaraan Program ID Digital nan dijalankan Kementerian Dalam Negeri berbareng Bank Dunia.
(rir)
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·