Kasus Katarak di Indonesia Melonjak, Jangan Dianggap Remeh!

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Kasus Katarak di Indonesia Melonjak, Jangan Dianggap Remeh! Dokter Spesialis Mata, Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah, Amir Shidik, di aktivitas jumpa media di Jakarta Selatan, Rabu (8/4).(MI/Asha Bening Rembulan)

KASUS katarak di Indonesia terus meningkat dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Penyakit nan menyebabkan lensa mata keruh ini tidak hanya menurunkan kualitas penglihatan, tetapi juga berisiko menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani.

Dokter Spesialis Mata Subspesialis Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah, Amir Shidik, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase backlog, jumlah kasus jauh melampaui keahlian penanganan.

“Dengan jumlah operasi saat ini, kita butuh waktu sekitar sebelas tahun untuk menyelesaikan kasus katarak. Itu pun dengan dugaan tidak ada kasus baru,” ujar Amir di Jakarta Selatan, Rabu (8/4).

Akses Terbatas dan Mitos Jadi Penghambat

Tingginya nomor katarak di Indonesia dipicu beragam faktor, mulai dari keterbatasan akses jasa kesehatan hingga tetap kuatnya mitos di masyarakat.

Distribusi master ahli mata dan akomodasi operasi katarak tetap terpusat di kota besar. Sementara itu, banyak kasus justru ditemukan di wilayah terpencil nan minim akses medis.

Di sisi lain, tetap banyak masyarakat nan enggan menjalani operasi lantaran takut alias percaya pada pengobatan alternatif.

“Tidak ada obat nan bisa menyembuhkan katarak. Obat tetes hanya memperlambat proses, bukan menghilangkan kekeruhan lensa,” tegas Amir.

Padahal, dengan teknologi medis saat ini, operasi katarak tergolong aman, cepat, dan mempunyai masa pemulihan nan relatif singkat.

Gejala Katarak nan Sering Diabaikan

Katarak umumnya berkembang perlahan dan sering tidak disadari hingga kondisi memburuk. Beberapa indikasi nan perlu diwaspadai antara lain:

  1. Penglihatan berkabut seperti memandang melalui kaca kotor
  2. Silau saat berkendara di malam hari
  3. Warna terlihat pudar alias berubah
  4. Penglihatan buram secara bertahap
  5. Ukuran kacamata sering berubah
  6. Fenomena second sight (penglihatan dekat membaik sementara)
  7. Muncul warna putih pada lensa mata

Seiring bertambahnya usia, akibat katarak juga meningkat signifikan.

Cara Mencegah dan Menekan Risiko

Meski tidak semua kasus dapat dicegah, akibat katarak bisa ditekan dengan langkah sederhana:

  • Mengurangi paparan sinar ultraviolet (UV)
  • Menggunakan kacamata hitam anti-UV saat beraktivitas di luar ruangan
  • Menghindari penggunaan obat steroid tanpa pengawasan dokter
  • Memperhatikan konsumsi obat dan kesehatan mata secara rutin

“Perlindungan adalah kunci. Gunakan pelindung saat aktivitas luar ruangan dan jangan sembarang menggunakan obat,” tutup Amir. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia