Kasus Kanker Paru di Usia 30-40 Tahunamp;nbsp;Meningkat

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Kasus Kanker Paru di Usia 30-40 Tahun Meningkat

Kasus Kanker Paru di Usia 30-40 Tahun Meningkat (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kanker paru sekarang tak lagi identik dengan golongan usia lanjut alias perokok berat. Semakin banyak master mendiagnosis penyakit ini pada perseorangan berumur 30 hingga 40 tahun, termasuk mereka nan bukan perokok dan merasa sehat serta aktif. Pergeseran ini mencerminkan perubahan lanskap kanker di Indonesia.

Senior Consultant Medical Oncologist dari Parkway Cancer Centre (PCC), Tanujaa Rajasekaran, menyoroti perubahan profil pasien kanker paru sekaligus pentingnya penemuan dini.

“Meskipun merokok tetap menjadi aspek akibat utama, kami semakin sering menemukan pasien berumur lebih muda dan pasien nan tidak mempunyai riwayat merokok. Faktor akibat seperti perokok pasif, polusi udara, paparan di tempat kerja, serta aspek genetika adalah kontributor krusial nan tidak boleh diabaikan,” ungkap Dr. Tanujaa saat ditemui di area Kebayoran.

Pengobatan Semakin Terpersonalisasi

Dalam dua dasawarsa terakhir, pengobatan kanker paru telah bergeser dari pendekatan nan didominasi kemoterapi menuju terapi nan lebih terpersonalisasi. Kini, keputusan pengobatan didasarkan pada jenis, stadium, dan profil genetik kanker, sehingga terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Kemajuan seperti imunoterapi memungkinkan sistem kekebalan tubuh mengenali dan menyerang sel kanker secara lebih efektif. Sementara terapi radiasi proton memberikan radiasi nan sangat presisi ke letak tumor, sehingga meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat di sekitarnya.

Inovasi ini tidak hanya meningkatkan nomor kelangsungan hidup, tetapi juga membantu mengurangi pengaruh samping, sehingga pasien terutama usia produktif dapat tetap menjalani aktivitas sehari-hari selama pengobatan.

"Pengobatan nan terpersonalisasi memungkinkan kami memilih terapi nan lebih efektif dan lebih dapat ditoleransi, khususnya bagi pasien di usia produktif nan kudu menyeimbangkan pengobatan dengan tanggung jawab family dan pekerjaan," tambahnya.

Pentingnya Deteksi Dini

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com