Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Semarang Didominasi Kelompok Usia Produktif

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Semarang Didominasi Kelompok Usia Produktif Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang(MI/Akhmad Safuan)

MENGEJUTKAN, golongan paling banyak terkena HIV/Aids di Kabupaten Semarang adalah golongan usia produktif berumur 26-30 tahun, apalagi ditemukan 3 kasus tersebut pada golongan pelajar dan mahasiswa.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (9/6) Pemerintah Kabupaten Semarang terus gencar melakukan skrining terhadap HIV/Aids, sebanyak 19 puskesmas dan empat rumah sakit di wilayah ini dilibatkan untuk melakukan pengobatan terhadap penyakit penurunan kekebalan tubuh tersebut.

Sebagai langkah pengobatan HIV/Aids tidak hanya tim medis master diturunkan tetapi juga konsultasi psikologis nan secara  rutin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi virus di tubuh pasien, apalagi tetap ada stigma negatif dari masyarakat sehingga mereka tetap ketakutan untuk melakukan tes. 

Meskipun kasus HIV/Aids di Kabupaten Semarang terhitung tetap rendah dibandingkan wilayah lain, namun kejadian nan terjadi terhadap kasus tersebut tetap diwaspadai lantaran kasus ditemukan pada golongan produktif apalagi golongan pelajar dan mahasiswa.

Berikut daftar 10 besar kasus HIV/Aids di Jawa Tengah:
1. Kota Semarang: 620 kasus 
2. Kota Surakarta: 412 kasus 
3. Kabupaten Banyumas: 361 kasus 
4. Kabupaten Pati: 334 kasus 
5. Kabupaten Cilacap: 254 kasus 
6. Kabupaten Blora: 237 kasus 
7. Kabupaten Grobogan: 232 kasus 
8. Kabupaten Sragen: 214 kasus 
9. Kabupaten Batang: 207 kasus 
10. Kabupaten Pemalang: 185 kasus

"Hingga April lampau kasus HIV/Aids di Kabupaten Semarang tercatat tetap sama dengan tahun sebelumnya ialah 45 kasus, tapi nan mengejutkan adalah golongan usia produktif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Endah Indriati Wurjaningrum.

Dari jumlah tersebut, ungkap Endah Indriati Wurjaningrum, sebanyak 73 persen kasus HIV pada laki-laki, sedangkan 27 persen kasus HIV pada wanita dan aspek penyebab paling berkontribusi menyumbang kasus HIV/Aids adalah seks berisiko dengan bertukar-tukar pasangan alias seks bebas nan menyumbang 80 persen dari total kasus. 

Menurut Endah Indriati Wurjaningrum ada tiga kasus terjadi pada kalangan pelajar dan mahasiswa akibat seks bebas seks, bahkannpada katagori ini kalangan homoseksual juga tetap menyumbangkan 11 kasus alias 24 persen dari total kasus berasal dari seks sesama jenis. 

Dalam penelusuran pasangan seksual, lanjut Endah Indriati Wurjaningrum, tetap menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/Aids, lantaran sebagian penderita mempunyai lebih dari satu pasangan sehingga menyulitkan petugas saat melakukan penelusuran pasangan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV/Aids memang tetap rendah, berasas sasaran nan ditetapkan  baru menjangkau 60 persen," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia