Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Surakarta, Kampus Proses Aduan

Sedang Trending 38 menit yang lalu
Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta alias UIN Surakarta. Foto: Dok. kumparan

Seorang pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta alias UIN Surakarta diduga melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah mahasiswinya. Kasus dugaan pelecehan itu diunggah di media sosial dan viral.

Salah satu korban mengungkapkan dugaan pelecehan itu bermulai saat dirinya menjalani seminar proposal dan sidang pada akhir tahun 2024.

“Beberapa kali proses ujian hanya dilakukan berdua dengan pengajar tersebut. Awalnya biasa saja seperti ujian pada umumnya. Tapi setelah itu beliau mulai membalas status media sosial saya, meminta foto, hingga mengirim pesan-pesan nan menurut saya tidak wajar,” ujarnya pada Rabu (20/5).

Ia mengaku juga pernah tangannya dipegang.

“Waktu itu beliau (dosen) memegang tangan saya. Padahal kami sedang sidang dan hanya berdua di ruangan,” kata dia.

Lebih parah lagi, kata dia, pengajar tersebut tetap terus menghubunginya melalui pesan pribadi meski dirinya telah lulus kuliah.

“Pesan-pesan nan dikirim disebut bersuara individual dan mengarah pada pelecehan verbal,” ucapnya.

Dia menyebut kasus ini semakin mencuat setelah sejumlah mahasiswi lain turut mengaku mengalami perlakuan serupa.

“Sebagian korban disebut mempunyai bukti percakapan, sementara lainnya mengaku telah menghapus pesan-pesan tersebut. Korban rupanya banyak,” ucap dia.

Pernah Dilaporkan Kasus Serupa

Ia menyebut terduga pelaku sebelumnya pernah dilaporkan saat bekerja di fakultas lain. Namun, hanya mendapatkan hukuman berupa teguran dan mutasi.

“Kalau memang sudah pernah ada laporan sebelumnya, kenapa hanya dimutasi? Menurut saya itu bukan solusi,” kata dia.

Dia pun menyoroti penanganan internal kampus nan dinilai lamban. Ia mengaku telah melapor ke organisasi mahasiswa hingga pihak rektorat, tapi belum mendapatkan pendampingan langsung dari satuan tugas kampus.

“Satgas kampus (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) memang mengeluarkan pernyataan bahwa korban didampingi. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah dihubungi alias mendapat pendampingan norma apa pun dari kampus,” tandasnya.

Tanggapan Kampus

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Toto Suharto, membenarkan adanya laporan mengenai dugaan kasus pelecehan tersebut.

Bahkan, pihak kampus juga menerima kejuaraan melalui aplikasi SILADA alias Sistem Layanan Pengaduan milik kampus UIN Raden Mas Said Surakarta.

“Kami terima kejuaraan tersebut. Ini sedang proses penanganan," kata Toto dalam pesan singkat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan