Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan pihaknya secara berkepanjangan terus memeriksa kesehatan anak-anak korban kekerasan dan penelantaran Daycare Little Aresha.
Data sementara dari pemeriksaan awal, belasan anak mengalami masalah gizi dan perkembangan.
"Kalau kemarin itu ada 17 (anak) nan (mengalami) masalah gizi, nan perkembangan ada 13 (anak)," kata Emma dalam keterangannya, Senin (4/5).
Dinas kesehatan mengerahkan sumber daya di Puskesmas mulai dari mahir gizi, dokter, psikolog, hingga bidan.
Gangguan perkembangan itu di antaranya seperti hiperaktif dan autis. Ada pula nan mengalami keterlambatan bicara.
"Baru pemeriksaan sementara, kelak kan itu kudu diverifikasi, maksudnya diperiksa lagi gitu. Itu kecenderungan di sana jadi kemarin baru belum didiagnosis pasti, baru sementara," katanya.
Emma mengatakan Pemkot Yogya juga membuka pelaporan bagi alumni Daycare Little Aresha. Anak-anak alumni daycare itu juga diperiksa kesehatannya.
"Dibuka untuk nan alumni itu, juga bisa periksa kemarin. Ada juga kemarin itu ya itu (alumni), jika sampai (jumlah) sebetulnya kan kemarin ada 149, harusnya 149, ya info itu lho. Tapi kemarin nan baru diperiksa itu 131, tapi nan gizinya itu 125 po ya jika nggak keliru (yang diperiksa)," ujarnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·