Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |14:40 WIB

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran/ist
PALANGKA RAYA - Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) tetap terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pembagian masker menjadi salah satu langkah untuk melindungi masyarakat dari akibat penurunan kualitas udara akibat asap karhutla
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, penanganan akibat karhutla membutuhkan kerjasama dari beragam pihak, mulai dari pemerintah, aparat, hingga komponen masyarakat.
“Hari ini pihak pemerintah melakukan kerjasama bersama-sama membagikan masker sebagai tanggungjawab nan kudu hadir. Selain masker, kita juga membagikan vitamin, bubur kacang hijau, dan vitamin lainnya untuk menjaga kesehatan,” ujar Agustiar Sabran, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, penanganan akibat karhutla tidak berakhir pada pembagian masker, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kesiapan air bersih.
Sejak kondisi darurat ditetapkan, pengedaran masker dan penyediaan air bersih terus ditingkatkan serta diperluas ke desa-desa dan wilayah nan membutuhkan.
“Pembagian masker dan air bersih mulai kita tingkatkan. Air bersih kita sebar dan perluas ke beragam desa dan wilayah nan memerlukan akses air,” jelasnya.
Pemerintah mendorong pembangunan sumur bor untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Hingga saat ini, pembangunan sumur bor telah mencapai ratusan unit dan bakal terus dilanjutkan berasas kebutuhan di lapangan. Pihaknya juga melakukan pengisian ulang air mineral dan galon di sejumlah titik alias kota dengan menyesuaikan kondisi masyarakat.
“Pembuatan sumur bor sudah mencapai ratusan unit dan bakal terus kita buat. Pengisian ulang air mineral juga kita lakukan di beberapa titik alias kota, disesuaikan dengan kondisi,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan bahwa support sembako juga disalurkan kepada masyarakat nan berkuasa menerima di luar penerima Kartu Keluarga Sejahtera. Penyaluran sembako dan bahan bakar minyak (BBM) terus dipantau untuk memastikan support tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat nan terdampak.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·