Karhutla Jabar Capai 228,07 Hektare, Pemprov Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan untuk membuka alias membersihkan lahan. Terdapat langkah lain nan lebih kondusif bagi lingkungan dan masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Teten Ali mengatakan pembersihan lahan lebih kondusif dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan seperti parang, sabit dan cangkul. Cara ini dapat digunakan pada lahan nan tidak terlalu luas.

Pada lahan nan luas, kata Teten, pembersihan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan mekanis. Kemudian, vegetasi nan telah ditebang dikumpulkan dan dicacah agar bentuknya lebih kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cacahan pohon dapat dijadikan kompos dengan support biodekomposer nan mempercepat pengomposan," ucap Teten dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan cacahan vegetasi juga dapat dimanfaatkan sebagai mulsa untuk melindungi tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Alternatif lain, vegetasi nan ditebang dapat dimanfaatkan kembali untuk pembuatan peralatan kebutuhan sehari-hari.

Menurut Teten, penyebab kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Jabar pada umumnya didominasi oleh aspek manusia, terutama aktivitas pembukaan alias pembersihan lahan dengan langkah membakar, kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan, serta aktivitas masyarakat di sekitar area rimba dan lahan kering.

Lebih lanjut, dia menuturkan kondisi cuaca nan panas dan minim curah hujan menjadikan vegetasi lebih mudah terbakar dan api sigap meluas.

Sebagai informasi, hingga 31 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Jabar ialah 228,07 hektare di 178 desa/ kelurahan. Kebakaran lahan terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi (49,20 hektare), Kabupaten Majalengka (26,16 hektare) dan Kabupaten Bandung (24,80 hektare).

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News