Kapten Iran Kecam FIFA, Sebut Penyelenggaraan Piala Dunia tak Adil

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kapten Iran Kecam FIFA, Sebut Penyelenggaraan Piala Dunia tak Adil Kapten Timnas Iran Mehdi Taremi(KARIM JAAFAR / AFP)

KAPTEN Tim Nasional Iran, Mehdi Taremi melontarkan kritik keras kepada FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, mengenai penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Menurutnya, tim Iran mendapat perlakuan nan tidak setara sejak awal turnamen.

Pernyataan tersebut disampaikan Taremi kepada wartawan setelah Iran bermain seri melawan Mesir pada laga terakhir fase grup, Sabtu (27/6) pagi. Ia menilai beragam persoalan nan dihadapi timnya tidak pernah diselesaikan oleh FIFA meski kejuaraan nyaris memasuki babak gugur.

"Ini Piala Dunia nan bencana, bencana," kata Mehdi Taremi dilansir Anadolu, Minggu (28/6)

Ia mengaku kecewa lantaran beragam hambatan nan dialami tim Iran tidak kunjung mendapatkan solusi.

"Mereka (FIFA) kudu menyelesaikan setiap masalah di sini, tetapi sayangnya, mereka tidak dapat menyelesaikannya sejak awal," ujarnya.

Taremi juga mengungkapkan bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat mengunjungi ruang tukar tim Iran setelah pertandingan pertama dan menjanjikan situasi bakal membaik. Namun, menurutnya, hingga babak penyisihan grup nyaris berakhir, persoalan tersebut tetap tidak terselesaikan.

"Pak Infantino datang ke ruang tukar kami setelah pertandingan pertama dan dia berkata, ini baru permulaan, tetapi babak penyisihan grup berhujung besok. Dan kami tidak mempunyai staf logistik di sini," sebutnya.

Menurut Taremi, sejumlah staf pendukung krusial tim Iran kandas berasosiasi lantaran tidak memperoleh visa. Kondisi itu membikin Iran tidak mempunyai support operasional nan sama seperti tim-tim peserta lainnya.

"Mereka tidak mempunyai visa," tambahnya.

Selain persoalan visa, Taremi juga menyoroti beban perjalanan nan kudu dijalani timnya selama turnamen. 

Usai menghadapi Mesir di Seattle, skuad Iran kudu menempuh perjalanan menuju Tijuana, Meksiko, sebelum melanjutkan agenda berikutnya. Perjalanan tambahan tersebut, menurutnya, tidak dialami oleh negara peserta lain.

Awalnya Iran berencana menjadikan Tucson, Arizona, sebagai markas selama Piala Dunia. Namun, pada akhir Mei, tim memutuskan memindahkan pedoman mereka ke Tijuana, Meksiko, akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di area Timur Tengah.

Ketegangan tersebut dipicu bentrok nan meletus pada 28 Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, nan kemudian dibalas melalui serangkaian serangan oleh Teheran.

Sejak saat itu, para pemain dan staf Iran mengaku berulang kali mengalami hambatan saat keluar masuk wilayah Amerika Serikat untuk menjalani pertandingan.

Meski demikian, Taremi menegaskan bahwa kritiknya bukan ditujukan kepada masyarakat Meksiko nan telah menerima mereka dengan baik.

"Kami mencintai rakyat Meksiko. Kami mencintai Tijuana. Tetapi sebagai pemain profesional, dalam kejuaraan profesional, ini tidak adil," kata Taremi.

Menurut Mehdi Taremi, tambahan waktu perjalanan membikin tim kehilangan kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi bentuk menjelang pertandingan berikutnya. "Tanpa pemulihan, tanpa apa pun, ini tidak adil," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia