Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons keluhan pekerja mengenai lambannya penanganan kasus PT Amos Indah Indonesia nan telah melangkah nyaris tiga bulan. Sigit meminta Desk Ketenagakerjaan Polri segera menindaklanjuti persoalan tersebut dan menargetkan penyelesaiannya dalam waktu satu bulan.
Pernyataan itu disampaikan Sigit saat menghadiri pembukaan Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia di Hotel Acacia, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (7/6).
Awalnya, perwakilan KPBI menyampaikan sejumlah pertimbangan terhadap keahlian Desk Ketenagakerjaan Polri, termasuk lambatnya penanganan kasus nan menimpa pekerja di PT Amos.
Menurut perwakilan KPBI, perkara tersebut telah melangkah nyaris tiga bulan meski proses norma disebut sudah mempunyai putusan pengadilan dan tinggal menunggu penetapan tersangka.
“PT Amos sudah nyaris 3 bulan, Pak Kapolri, kasusnya. Sudah begitu lama pidananya, sudah ada putusan pengadilannya, sudah ada, tinggal dieksekusi untuk ditetapkan tersangka-tersangkanya,” kata perwakilan KPBI dalam forum kongres.
KPBI menilai lamanya proses penanganan perkara menjadi beban bagi pekerja nan terdampak, terutama lantaran sebagian dari mereka tidak menerima bayaran dan melakukan tindakan mogok kerja.
Menanggapi perihal tersebut, Sigit langsung meminta Desk Ketenagakerjaan Polri untuk berkoordinasi dengan perwakilan pekerja dan mempercepat penyelesaian kasus.
“Kemudian tadi apa nan menjadi permintaan dari rekan-rekan khususnya teman-teman nan tadi pidato. Masalah PT Amos ya? Tolong Desk Ketenagakerjaan ini langsung disampaikan oleh teman-teman buruh,” kata Sigit.
Ia kemudian menanyakan langsung kepada jajarannya mengenai sasaran penyelesaian perkara tersebut.
“Jadi saya minta satu bulan ke depan bisa beres nggak? Bisa ya. Ya lantaran ini saya kira memang sesuatu nan kudu diperjuangkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan nan sama, Sigit mengakui Desk Ketenagakerjaan Polri tetap terus berbenah lantaran merupakan unit nan baru dibentuk.
Menurut dia, perbedaan standar operasional prosedur (SOP) di beragam wilayah menjadi salah satu tantangan nan saat ini sedang dievaluasi.
“Desk Ketenagakerjaan ini memang sedang terus mencari format lantaran baru saja kita dirikan sehingga kemudian mungkin standar SOP-nya di masing-masing wilayah tetap berbeda-beda,” kata Sigit.
Karena itu, dia menyambut beragam masukan dari organisasi pekerja sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki keahlian Desk Ketenagakerjaan ke depan.
“Namun saya terima kasih mendapatkan masukannya dan ini bakal kita lakukan perbaikan,” lanjutnya.
Meski tetap dalam tahap penyempurnaan, Sigit mengeklaim Desk Ketenagakerjaan telah membantu ribuan pekerja nan sebelumnya kehilangan pekerjaan untuk kembali bekerja.
“Walaupun demikian alhamdulillah dari perjalanan nan ada kurang lebih nyaris 3.000 pekerja nan kehilangan pekerjaan saat ini bisa kita pekerjakan kembali. Alhamdulillah,” ujarnya.
Sigit berambisi Desk Ketenagakerjaan Polri dapat semakin efektif dalam membantu penyelesaian persoalan ketenagakerjaan dan memperjuangkan hak-hak pekerja.
“Saya minta dukungan, support dari rekan-rekan sehingga Desk Ketenagakerjaan ini betul-betul bisa melangkah dengan baik dan bisa terus memperjuangkan hak-hak dari rekan-rekan semuanya,” tutupnya.
Konflik KPBI dengan PT Amos mengenai persoalan perjanjian tenaga kerja sejak 2022. Dalam perjanjian perjanjian pada 2017, disebut tenaga kerja bakal otomatis diangkat jadi tenaga kerja tetap jika telah bekerja dalam periode waktu tertentu. KPBI sendiri sudah beberapa kali mendemo PT Amos.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·