Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan.(MI/Depi Gunawan)
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat terus memburu keberadaan Taufik Hidayat, terduga pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR, 29, seorang wanita asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, menegaskan komitmennya untuk menangkap pelaku dalam waktu dekat.
"Kami bergerak untuk menangkap Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR. nan pasti, sampai ke mana pun pelaku itu bakal kami kejar," tegas Rudi Setiawan saat ditemui di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (23/6).
Selain konsentrasi pada pengejaran, interogator juga memprioritaskan pemulihan korban. Rudi menjelaskan bahwa penggalian keterangan dari korban bakal dilakukan secara berjenjang dan sangat hati-hati guna menjaga stabilitas psikologis YTR nan saat ini tetap mengalami trauma berat.
"Tentu kami tetap memperhatikan kondisi psikologis korban. Jangan sampai pertanyaan dalam pemeriksaan justru mengganggu proses pengobatan maupun pemulihannya," tambahnya.
Tim Khusus Identifikasi Persembunyian Pelaku
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa pihaknya membentuk tim unik untuk mempercepat penangkapan. Saat ini, polisi telah mengidentifikasi beberapa titik nan diduga menjadi letak persembunyian Taufik Hidayat.
"Secara teknis tidak bisa kami sampaikan, tetapi beberapa letak sudah kami identifikasi dan saat ini tetap dalam tahap penyelidikan intensif," ujar Hendra.
Hingga saat ini, polisi mencatat baru satu korban nan teridentifikasi. Namun, pihak kepolisian tetap membuka ruang bagi masyarakat jika ada korban lain nan merasa pernah mengalami perlakuan serupa oleh pelaku.
Mantan Istri Pelaku Turut Diperiksa
Dalam upaya memperjelas rangkaian peristiwa dan motif pelaku, interogator juga meminta keterangan dari mantan istri Taufik Hidayat. Berdasarkan info awal, mantan istri pelaku mengaku pernah mengalami perlakuan kasar serupa selama masa pernikahan mereka.
"Hubungan mereka sudah lama berakhir. Berdasarkan keterangan awal, nan berkepentingan juga pernah mengalami perlakuan serupa, meski tidak separah nan dialami korban saat ini," pungkas Hendra.
Catatan Redaksi: Kasus ini menjadi perhatian serius Polda Jabar mengenai perlindungan wanita dan anak. Masyarakat nan mempunyai info mengenai keberadaan pelaku diharapkan segera melapor ke instansi polisi terdekat. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·