Kapan Jemaah Haji 2026 Berangkat? Simak Jadwal Lengkap dari Kemenhaj RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Musim haji 1447 Hijriah alias 2026 Masehi telah tiba, membawa jutaan calon jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk menunaikan rukun Islam kelima. Pertanyaan mengenai kapan jemaah haji 2026 berangkat sekarang terjawab dengan dirilisnya agenda komprehensif oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI).

Rangkaian ibadah haji tahun ini bakal berjalan selama lebih dari dua bulan, dimulai dari masuk pondok haji hingga kepulangan terakhir jemaah ke Tanah Air.

Jadwal resmi ini menjadi pedoman utama bagi seluruh tahapan perjalanan ibadah, memastikan setiap proses melangkah tertib dan terencana.

Penetapan agenda haji 2026 ini diselaraskan dengan almanak Ummul Quro Arab Saudi, sesuai dengan Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025. Calon jemaah diharapkan mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan administratif untuk menjalani ibadah nan mabrur.

Pemerintah Indonesia, melalui Kemenhaj RI, berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran operasional haji 2026.

Dengan agenda nan telah ditetapkan, jemaah dapat merencanakan perjalanan spiritual mereka dengan lebih baik, mulai dari persiapan di Tanah Air hingga penyelenggaraan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji 2026

Pertanyaan utama mengenai kapan jemaah haji 2026 berangkat sekarang mempunyai jawaban pasti. Tahap awal penyelenggaraan ibadah haji 2026 bakal dimulai dengan masuknya jemaah ke pondok haji. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai memasuki pondok haji pada 21 April 2026, bertepatan dengan 4 Dzulqaidah 1447 H, sebagai persiapan akhir sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sehari setelahnya, ialah pada 22 April 2026, pemberangkatan kloter pertama jemaah haji gelombang I bakal dimulai dengan tujuan Madinah. Fase pemberangkatan gelombang I ini direncanakan berjalan hingga 6 Mei 2026. Setelah itu, jemaah gelombang I bakal melanjutkan perjalanan dari Madinah menuju Makkah pada periode 1 hingga 15 Mei 2026 untuk persiapan puncak ibadah.

Pemberangkatan jemaah haji gelombang II bakal dimulai pada 7 Mei 2026, dengan rute langsung menuju Jeddah. Batas akhir keberangkatan jemaah haji alias closing date Bandara King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah ditetapkan pada 21 Mei 2026 pukul 24.00 Waktu Arab Saudi, nan bertepatan dengan 4 Dzulhijjah 1447 H. Ini menjadi pemisah waktu krusial bagi seluruh calon jemaah.

Puncak Ibadah Haji: Wukuf di Arafah

Momen paling dinanti dalam rangkaian ibadah haji adalah puncak ibadah, ialah Wukuf di Arafah. Wukuf ini merupakan inti dari seluruh prosesi haji, di mana jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk bermohon dan berzikir. Berdasarkan agenda nan telah ditetapkan, Wukuf di Arafah diperkirakan bakal berjalan pada 26 Mei 2026, bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H.

Sehari sebelum Wukuf, tepatnya pada 25 Mei 2026, jemaah bakal mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah sebagai bagian dari persiapan. Setelah Wukuf, umat Islam bakal merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 H nan jatuh pada 27 Mei 2026 alias 10 Dzulhijjah 1447 H. Ini menandai dimulainya rangkaian ibadah selanjutnya.

Rangkaian ibadah haji dilanjutkan dengan Hari Tasyrik, nan diperkirakan jatuh pada 28, 29, dan 30 Mei 2026 (11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1447 H). Seluruh prosesi puncak haji, termasuk mabit di Muzdalifah dan Mina serta lempar jumrah, bakal berjalan dalam rentang waktu 26 hingga 31 Mei 2026. Jemaah diharapkan menjaga kondisi bentuk selama periode krusial ini.

Tahap Pemulangan Jemaah Haji

Setelah menunaikan seluruh rukun dan wajib haji di Tanah Suci, jemaah bakal memasuki tahap pemulangan ke Tanah Air. Proses pemulangan ini juga telah diatur secara rinci oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan jemaah. Pemulangan jemaah haji gelombang I dijadwalkan berjalan mulai 1 Juni hingga 15 Juni 2026.

Jemaah gelombang I bakal kembali dari Makkah melalui Jeddah menuju Tanah Air, dengan perkiraan tiba pada hari nan sama. Sementara itu, pemulangan jemaah haji gelombang II bakal dimulai pada 7 Juni hingga 30 Juni 2026. Proses ini bakal memastikan semua jemaah kembali dengan selamat setelah menyelesaikan ibadah haji.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian musim haji 2026 diperkirakan bakal berhujung pada 1 Juli 2026. Tanggal ini menandai kehadiran jemaah haji kloter terakhir di Tanah Air, sekaligus menutup seluruh operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Jemaah diharapkan untuk selalu memantau info terbaru mengenai agenda kepulangan.

Persiapan Penting Menuju Tanah Suci

Mengingat agenda nan telah ditetapkan, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri secara optimal. Persiapan ini meliputi aspek fisik, mental, dan administratif agar ibadah dapat melangkah lancar dan mabrur. Calon jemaah sangat disarankan untuk memantau info terbaru dari Kemenhaj RI alias situs resmi haji.go.id guna memastikan kelengkapan arsip dan kesiapan lainnya.

Beberapa izin krusial untuk haji 2026 juga perlu diperhatikan. Finalisasi perjanjian jasa tenda dan akomodasi di Makkah dan Madinah kudu selesai paling lambat 4 Januari 2026 dan 1 Februari 2026. Hal ini krusial untuk menjamin kesiapan akomodasi bagi jemaah selama di Tanah Suci.

Selain itu, pemisah akhir pengajuan visa haji adalah 20 Maret 2026, tanpa perpanjangan, untuk mencegah praktik haji ilegal. Jemaah juga wajib mempunyai sertifikat keahlian kesehatan nan diverifikasi melalui platform elektronik Masar sebagai salah satu syarat utama publikasi visa. Persiapan matang bakal sangat membantu kelancaran seluruh proses ibadah haji.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita