Kapal Tanker Iran Masuk Perairan RI, Kemlu: Sesuai Hukum Internasional

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jubir I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam press briefing di Kantor Kemlu, Jakpus, Kamis (30/4/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan keberadaan kapal tanker Iran di perairan Indonesia sesuai dengan norma internasional mengenai kelautan, UNCLOS 1982.

Hal itu disampaikan Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang pada Selasa (5/5) melalui pernyataan tertulis.

"Indonesia telah mencatat laporan keberadaan kapal asing tersebut dan memastikan patokan pelayaran tetap merujuk pada norma internasional," katanya.

"Aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 nan menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing area maritim," tambahnya.

Kemlu juga menyebut sejauh ini kapal-kapal tersebut dinilai tetap menjalankan kewenangan lintasnya secara sah.

"Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus lakukan koordinasi internal, dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan kewenangan lintasnya sesuai norma internasional," ujar Yvonne.

Pemerintah, kata dia, bakal terus memantau perkembangan situasi dan berkomunikasi melalui jalur diplomatik.

"Kami bakal terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik nan tepat," tegasnya.

kumparan post embed
video from internal kumparan
Kapal Garda Revolusi Iran mendekati kapal perang AS. Foto: Reuters/U.S. Navy/Handout

Sebelumnya, laporan menyebut dua kapal tanker minyak mentah milik Iran terdeteksi memasuki perairan Indonesia di tengah blokade laut oleh Amerika Serikat (AS).

Menurut lembaga pemantau TankerTrackers nan dikutip Middle East Eye, kapal berjenis Very Large Crude Carrier (VLCC) berjulukan DERYA terpantau melintas di Selat Lombok dan bergerak menuju wilayah Kepulauan Riau.

Kapal tersebut sebelumnya disebut membawa sekitar 1,88 juta barel minyak mentah dan sempat menghindari pengawasan Angkatan Laut AS sebelum akhirnya muncul di perairan Indonesia.

Selain DERYA, laporan juga menyebut kapal tanker lain seperti HUGE ikut terlibat dalam pergerakan serupa, di mana sebagian kapal sukses mencapai tujuan, sementara lainnya dipaksa kembali alias disita di tengah pembatasan laut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan