Jakarta, CNBC Indonesia - Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan daya nasional melalui penyediaan dan pengedaran daya nan andal, aman, dan merata di seluruh Indonesia. Sebagai Subholding Downstream, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat prasarana serta memastikan keberlanjutan pasokan energi, khususnya LPG, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menegaskan bahwa keandalan pengedaran daya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama perusahaan.
"Kami berkomitmen menjaga pasokan LPG nasional terus tersalurkan dan terdistribusi secara merata. Melalui support prasarana seperti Ship-to-Ship (STS) Kalbut, Pertamina Patra Niaga memastikan pengedaran daya dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara optimal, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan daya nasional", ujar Roberth dalam siaran persnya, Minggu (12/4/2026).
Dalam implementasinya, Pertamina Patra Niaga memperkuat pengedaran LPG nasional melalui optimasi sarana terintegrasi, mulai dari kesiapan armada kapal untuk pengedaran laut, skid tank untuk pengedaran darat, hingga peningkatan pengawasan di SPPBE, pemasok dan pangkalan resmi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan stok tetap terjaga serta pengedaran melangkah efektif dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Upaya tersebut didukung oleh keberadaan mothership STS Kalbut nan berkedudukan sebagai pusat jasa transfer LPG utama di Perairan Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur. Fasilitas strategis ini menjadi simpul pengedaran krusial dalam proses bongkar muat LPG dari kapal tanker induk (mothership) ke kapal nan lebih mini untuk selanjutnya disalurkan ke beragam wilayah.
STS Kalbut nan telah beraksi sejak tahun 1995 dengan luasan area laut mencapai 3,92 km² merupakan bagian dari Terminal BBM Tanjungwangi dan mempunyai peran vital dalam menjaga kelancaran pengedaran daya nasional.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa STS Kalbut tidak hanya menopang pengedaran LPG di Jawa Timur, tetapi juga menjangkau wilayah nan lebih luas.
"Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi daya Indonesia nan menjadi tulang punggung suplai LPG. Tidak hanya Jawa Timur, tetapi juga mencakup Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi," ujarnya.
Di wilayah Jatimbalinus, STS Kalbut mendukung pengedaran ke Terminal LPG Surabaya, Terminal LPG Tanjungwangi, Terminal LPG Manggis, Terminal LPG Ampenan, dan Terminal LPG Bima dengan kapabilitas suplai reguler nan bervariasi, mulai dari 1.700 metrik ton hingga 10.000 metrik ton.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan LPG di Jawa Timur, pada 8 April 2026 telah sandar kapal kargo dengan muatan sebesar 44.839 metrik ton di STS Kalbut nan selanjutnya didistribusikan ke beragam terminal, antara lain:
• Gresik dengan muatan 10.000 metrik ton, ditambah suplai dari kilang TPPI sebesar 1.000 metrik ton.
• Surabaya dengan muatan 8.000 metrik ton dan saat ini dalam proses bongkar.
• Banyuwangi dengan muatan 2.500 metrik ton.
Melalui optimasi prasarana dan penguatan sistem pengedaran ini, Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan LPG tetap terjaga guna mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·