Perahu pembawa 173 migran terbakar saat menyeberangi Selat Inggris. Pemerintah Inggris pastikan seluruh korban dipulangkan ke Prancis.(AFP)
LEBIH dari 170 migran sukses dievakuasi setelah perahu nan mereka gunakan untuk menyeberangi Selat Inggris mengalami kebakaran pada Selasa pagi. Pemerintah Inggris mengonfirmasi seluruh migran tersebut bakal dikembalikan ke Prancis.
Prefektur Maritim Prancis untuk Selat Inggris dan Laut Utara membeberkan bahwa perahu nan berlayar sejak Senin malam itu menampung 173 migran. Jumlah ini melampaui rekor sebelumnya nan mencatat 165 orang dalam satu kapal, menjadikannya kapal tunggal terbesar nan pernah mencoba menyeberangi Selat Inggris.
Insiden bermulai ketika mesin kapal terbakar hingga merusak keutuhan struktur perahu dengan sangat cepat. Tim penyelamat campuran dari Prancis dan Inggris, termasuk kapal dari UK Border Force dan perahu penolong RNLI Eastbourne, langsung diterjunkan ke lokasi. Sebanyak 11 orang mengalami luka ringan dan seluruh korban telah dibawa ke Boulogne-sur-Mer, Prancis, untuk mendapatkan perawatan medis.
Menteri Keamanan Perbatasan Inggris, Anna Turley, mengecam keras kejadian ini.
"Kejadian ini menunjukkan ancaman dari penyeberangan terlarangan ini dan geng-geng sadis di belakangnya," kata Turley. "Itulah kenapa kami menindak tegas mereka."
Otoritas Prancis mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihak kejaksaan Prancis telah membuka penyelidikan resmi, dan seorang penduduk negara Mesir telah ditahan mengenai kejadian ini.
Operasi pengamanan tersebut melibatkan 40 petugas pemadam kebakaran, 13 polisi, tujuh penerjemah, dan sejumlah tenaga medis. Sebelum mesin terbakar, para migran sempat menolak support nan ditawarkan oleh kapal patroli Prancis dan baru menerimanya dalam situasi darurat ekstrem.
Perdana Menteri Inggris Burnham menegaskan komitmen pemerintahannya untuk tidak menyerah dalam menekan nomor kehadiran migran ilegal. Saat melakukan kunjungan ke Dover, Burnham menyampaikan bahwa jumlah petugas penegak norma untuk melenyapkan geng penyelundup manusia telah dilipatgandakan di kedua sisi Selat Inggris, sembari berupaya membangun sistem jalur nan aman.
Inggris dan Prancis sebelumnya telah menyepakati kerja sama senilai 662 juta poundsterling untuk menghentikan migrasi ilegal. Kerja sama tiga tahun ini mencakup pengerahan personel polisi, penggunaan drone, serta helikopter guna mencegat pergerakan penyelundup manusia di area pesisir. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·