Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan rapat koordinasi berbareng Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Badan Pengelola Investasi Danantara salah satunya membahas percepatan eksekusi proyek hilirisasi nasional. Rapat dilaksanakan di Kantor Kementerian ESDM, Senin (4/5/2026).
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika menjelaskan, rapat tersebut bermaksud untuk menindaklanjuti sasaran Presiden Prabowo Subianto agar proyek hilirisasi tidak berakhir di tahap seremonial.
Dia menyebut koordinasi dilakukan untuk mengawal beragam perubahan teknis nan terjadi pada setiap proyek di lapangan.
"Kita mengkoordinasikan dengan Danantara, khususnya ya, nan proyek-proyek nan sudah groundbreaking itu kita intensifkan koordinasinya agar bisa melangkah sesuai dengan rencana. Karena kan Presiden sudah memberikan target-target untuk bukan hanya groundbreaking tapi itu betul-betul segera dibangun pabriknya dan kemudian kelak berproduksi," ujarnya ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin (4/5/2026).
Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas adanya pergeseran sejumlah parameter proyek saat memasuki tahap studi kepantasan (feasibility study/FS). Penyesuaian tersebut mencakup perubahan lokasi, kapabilitas produksi, hingga nilai investasi dibandingkan dengan hasil studi awal (pre-feasibility study/Pra-FS).
"Kan ada beberapa proyek nan lokasinya itu mengalami pergeseran, alias nilai investasinya, alias juga kapabilitas nan hendak diproduksi. Nah, itu semua kudu sudah jelas dan mesti dilaporkan bersama-sama ke Presiden," lanjutnya.
Hal perincian itulah, kata Erani, nan dibahas dengan Danantara sebagai penyelenggara investasi di akhir proses perencanaan.
"Saya nggak ingat nomor pastinya, tapi hal-hal nan semacam itu nan kelak perlu kita intensifkan untuk dikoordinasikan khususnya dengan Danantara," tuturnya.
Hingga saat ini, dari 18 proyek utama tahap pertama nan diusulkan tahun lalu, sebanyak 14 proyek telah resmi melakukan groundbreaking dan tetap ada 4 proyek lagi.
Di saat nan sama, Satgas Percepatan Hilirisasi juga mulai mematangkan 13 usulan proyek hilirisasi tahap kedua untuk segera dilaporkan hasilnya kepada Presiden.
"Jadi nan pertama 18, nan ini kurang lebih sekarang itu ada 13 nan sudah dilaporkan ke Presiden gitu ininya. Tapi kita lagi matangkan menjadi pra-FS. Nanti jika sudah selesai pra-FS-nya kita berikan lagi kepada Danantara," tutupnya.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·