Kanker Payudara Triple-Negatif Lebih Agresif, Kenali Gejala dan Pengobatannya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kanker Payudara Triple-Negatif Lebih Agresif, Kenali Gejala dan Pengobatannya Ilustrasi(magnifik)

PANANGANAN kanker payudara terus mengalami perkembangan, terutama untuk jenis nan mempunyai karakter lebih agresif. Salah satunya adalah triple-negative breast cancer (TNBC) alias kanker tetek triple-negatif.

Jenis kanker ini menjadi perhatian lantaran sel kankernya tidak mempunyai reseptor estrogen (ER), progesteron (PR), maupun HER2, sehingga sejumlah terapi nan menargetkan ketiga reseptor tersebut tidak dapat digunakan.

Badan Kesehatan Dunia alias World Health Organization (WHO) menyebut TNBC sebagai salah satu subtipe kanker tetek nan lebih garang dibandingkan beberapa subtipe lainnya. WHO juga menjelaskan bahwa pilihan pengobatan kanker tetek berjuntai pada subtipe biologis kanker, stadium, serta seberapa jauh penyakit telah menyebar.

Karena karakter tersebut, penelitian mengenai pengobatan TNBC terus dilakukan. Salah satu pendekatan nan digunakan dalam penanganannya adalah kemoterapi.

WHO memasukkan kemoterapi sebagai bagian krusial dalam pengobatan kanker payudara, terutama untuk kanker nan tidak mempunyai reseptor hormon. Terapi dapat diberikan sebelum operasi alias setelah operasi, tergantung kondisi pasien.

Selain kemoterapi, imunoterapi juga menjadi salah satu pendekatan nan digunakan pada kondisi tertentu. Alodokter menjelaskan bahwa imunoterapi dapat digunakan pada kanker tetek triple-negatif dan dalam kondisi tertentu dapat dikombinasikan dengan kemoterapi. Pemilihan obat dan kombinasi terapi tetap kudu disesuaikan dengan kondisi pasien.

Halodoc juga menjelaskan bahwa TNBC tidak mempunyai tiga reseptor utama, ialah estrogen, progesteron, dan HER2. Ketiadaan reseptor tersebut membikin kanker jenis ini tidak merespons terapi hormon konvensional alias terapi nan secara unik menargetkan HER2. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan strategi pengobatan nan paling sesuai.

Pendekatan lain nan dapat digunakan adalah terapi neoadjuvan, ialah pemberian pengobatan sebelum operasi. Tujuannya antara lain membantu mengecilkan tumor sehingga tindakan operasi dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Halodoc menyebut kanker payudara, khususnya TNBC dan kanker HER2-positif, sebagai salah satu kondisi nan dapat menggunakan pendekatan neoadjuvan.

WHO menekankan bahwa pengobatan kanker tetek tidak hanya berjuntai pada satu metode. Penanganan dapat melibatkan operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi hormonal, maupun terapi biologis nan ditargetkan. Jenis terapi dipilih berasas karakter biologis kanker dan tingkat penyebarannya.

Deteksi dan pengobatan sejak awal juga menjadi aspek penting. WHO menyatakan bahwa kanker tetek nan terdeteksi dan ditangani lebih awal mempunyai kesempatan hasil pengobatan nan lebih baik.

Karena itu, perubahan pada tetek seperti munculnya benjolan, perubahan corak alias ukuran, perubahan kulit, perubahan puting, maupun keluarnya cairan nan tidak normal sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.

Perkembangan beragam pendekatan terapi menunjukkan bahwa pengobatan kanker tetek garang terus mengalami kemajuan. Namun, tidak semua terapi cocok untuk setiap pasien. Pemeriksaan jaringan tumor, status reseptor, stadium kanker, kondisi kesehatan, serta pertimbangan master menjadi dasar dalam menentukan terapi.

Dengan demikian, pasien nan mengalami kanker payudara, khususnya TNBC, sebaiknya mendapatkan penanganan dari tim medis dan mengikuti rencana terapi nan telah ditentukan. Penelitian mengenai terapi baru tetap diperlukan untuk menemukan pilihan pengobatan nan semakin efektif dan kondusif bagi pasien.

Sumber: World Health Organization (WHO)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia