Kanada vs Swiss: Misi Tuan Rumah Cetak Sejarah di Tengah Badai Cedera

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Misi Tuan Rumah Cetak Sejarah di Tengah Badai Cedera Ilustrasi(Dok Istimewa)

KANADA bersiap menghadapi Swiss pada laga pamungkas Grup B di BC Place, Vancouver, Kamis (25/6), dengan misi mengamankan posisi puncak sekaligus menyegel tiket babak gugur Piala Dunia pertama mereka.

Namun, perjuangan tuan rumah dipastikan berat menyusul absennya gelandang andalan, Ismael Kone, nan mengalami patah kaki saat Kanada melibas Qatar 6-0 pekan lalu.

Kehilangan Kone menjadi pukulan telak bagi skuat didikan Jesse Marsch. Cedera tersebut didapat sang pemain setelah menerima tekel keras dari penggawa Qatar, Assim Madibo.

Tanpa kehadiran Kone nan selama ini menjadi motor serangan, intensitas strategi menekan (pressing) nan menjadi karakter unik Kanada diprediksi bakal mengendur dalam laga krusial ini.

Bomber legendaris Kanada, Jonathan David, mengakui makna krusial rekannya tersebut bagi tim. “Dia berfaedah segalanya bagi tim ini,” kata David dikutip dari the Straits Times.

“Itu adalah momen nan sulit. Namun, kami kudu tetap kuat untuknya, dan melakukannya demi dia," imbuhnya.

Marsch tidak menampik bahwa kehilangan Kone mereduksi kekuatan timnya di turnamen ini. Kendati demikian, dia kudu memutar otak dan memercayai pemain pengganti dari bangku persediaan untuk meredam perlawanan Swiss nan sudah tiga kali mencicipi babak perempat final.

"Semua orang sedikit terguncang oleh seluruh pengalaman ini. Ismael adalah bagian besar dari jantung tim kami," ujar Marsch.

"Dia adalah aspek X bagi kami, kami bakal merindukannya. Namun, saya pikir kami mempunyai pemain bagus nan bisa masuk menggantikannya," imbuhnya.

Selain problem Kone, kondisi kebugaran kapten Alphonso Davies juga tetap menyisakan tanda tanya. Davies belum semenit pun merumput di Piala Dunia kali ini lantaran tetap dalam proses pemulihan cedera hamstring. Meski sempat masuk daftar pemain persediaan saat melawan Qatar, dia tidak diturunkan sama sekali.

Saat ini Kanada memimpin klasemen Grup B dengan koleksi empat poin dari dua laga, unggul selisih gol dari Swiss nan berada di posisi kedua dengan poin sama.

Swiss, nan berstatus favorit grup, mengawali turnamen dengan hasil seri kontra Qatar sebelum akhirnya melibas Bosnia dan Herzegovina 4-1. Wakil Eropa ini hanya memerlukan hasil seri untuk memastikan tempat di babak 32 besar.

Swiss mempunyai catatan impresif dengan selalu lolos dari fase grup dalam lima dari enam jenis Piala Dunia terakhir, meski langkah mereka selalu terhenti di babak 16 besar.

Pada pertandingan lain di Seattle, Bosnia dan Herzegovina bakal saling sikut dengan Qatar untuk memperebutkan ranking ketiga terbaik demi menjaga asa lolos ke babak berikutnya, dengan potensi menghadapi salah satu tuan rumah, Amerika Serikat, di babak 32 besar. 

Kedua tim mengawali turnamen dengan cukup baik saat Bosnia menahan seri Kanada dan Qatar mencuri poin dari Swiss. Namun, kekalahan telak pada laga kedua memaksa mereka kudu saling mengalahkan demi mengamankan tiga poin penuh.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia