
Menteri KKP (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan memproyeksikan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah hingga Rp29,2 miliar per tahun.
Optimisme tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono usai meninjau sejumlah letak KNMP di area timur Indonesia.
Dalam rangkaian kunjungannya, Trenggono mendatangi KNMP Kabupaten Sikka, KNMP Desa Sulamu, KNMP Kamanlaputi di Sumba Timur, KNMP Warloka di NTT, serta Pulau Bungin dan Desa Ekas Buana di NTB. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan pembangunan melangkah optimal dan memberi akibat langsung bagi masyarakat nelayan.
“Kalau rusak, diperbaiki. Ingatkan kepada koperasi, lantaran ini adalah milik saudara-saudara semua. Pemerintah membangun ini untuk kepentingan saudara-saudara,” tegas Menteri Trenggono di depan para nelayan Desa Ekas Buana dikutip, Sabtu (28/2/2026).
Ia menekankan, tujuan utama pembangunan KNMP adalah memerangi kemiskinan di desa-desa pesisir. Di Lombok Timur, khususnya Desa Ekas Buana, tingkat kemiskinan tercatat tetap berada di nomor 13 persen.
“Kepentingan apa? Memerangi kemiskinan tadi nan 13 persen. Mestinya dua tahun nan bakal datang sudah tidak ada lagi nan miskin. Semuanya menjadi sejahtera,” ujarnya.
Menurut Menteri Trenggono, peningkatan produktivitas nelayan menjadi kunci. Dengan tersedianya sarana produksi dan prasarana pendukung, hasil tangkapan diharapkan meningkat signifikan, nan pada akhirnya berakibat pada kenaikan pendapatan masyarakat.
“Tujuannya sebenarnya agar masyarakat di Lombok Timur ini, di Ekas Buana, nan kebanyakan nelayan, bisa meningkat produktivitasnya. Setelah meningkat, otomatis kesejahteraan mereka juga bakal meningkat. Itulah kenapa saya datang ke sini,” katanya.
Program KNMP dirancang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pemerintah tidak hanya membangun prasarana fisik, tetapi juga melakukan rekayasa sosial melalui pemberdayaan masyarakat pesisir, termasuk peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, penguatan koperasi, kewirausahaan, hingga sertifikasi dan standarisasi usaha.
Melalui intervensi tersebut, setiap letak KNMP ditargetkan bisa meningkatkan produksi perikanan hingga 800 ton per tahun, menyerap sekitar 700 tenaga kerja, baik nelayan maupun non-nelayan, serta meningkatkan nilai ekonomi area hingga Rp29,2 miliar per tahun sesuai kreasi program.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·